Varian Baru Covid-19 Terus Muncul, Ini Tanggapan Peneliti LPEM FEB UI

Ilustrasi - Virus Corona makro dan varian MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.Covid-19 Delta plus, varian MU. Virus SARS-CoV-2 bermutasi. - Antara
21 September 2021 07:27 WIB Maria Elena Lifestyle Share :

Harianjogja .com, JAKARTA - Peneliti LPEM FEB UI menilai bahwa pemerintah perlu mempersiapkan rencana yang matang dalam menghadapi pandemi Covid-19, baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, seiring dengan munculnya ancaman selanjutnya melalui varian baru.

Belakangan, kembali ditemukan varian baru Covid-19, mulai dari MU, Lambda, serta C.1.2. Kondisi tersebut diperkirakan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada aspek kesehatan publik dan kondisi perekonomian.

BACA JUGA : Kematian Meningkat, Pemkab Curiga Corona Varian Baru 

“Meskipun dampak kesehatan yang dihasilkan tidak akan separah dampak yang dihasilkan varian delta, namun varian MU diperkirakan memiliki kekebalan terhadap vaksin Covid-19,” seperti dikutip melalui Laporan Analisis Makroekonomi LPEM FEB UI, Senin (20/9/2021).

Selain MU, beberapa varian lain seperti Lambda dan C.1.2 saat ini juga masih dalam tahap observasi untuk melihat karakteristiknya.

Munculnya varian baru virus Covid-19 tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat baik untuk pemerintah maupun masyarakat dalam mempersiapkan agar keadaan tidak menjadi semakin buruk.

Disebutkan, beberapa negara telah mulai memberikan booster vaksin akibat efektivitas vaksin yang menurun seiring waktu, misalnya Amerika Serikat dan Inggris yang mulai mendistribusikan dosis ketiga vaksin.

Israel yang saat ini masih bergulat dengan varian delta pun telah mulai mencanangkan untuk memberikan vaksin dosis ke empat.

Melihat ke arah yang sama, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga mulai menyediakan booster vaksin untuk masyarakat. Hal ini menyusul angka prediksi kasus Covid-19 yang bisa mencapai lebih dari dua kali lipat jika varian baru masuk.

BACA JUGA : WHO Amati Lima Varian Baru Corona, Apa Saja?

Pemerintah mencatat per 17 September 2021 sebanyak 77,42 juta orang telah menerima vaksin dosis pertama dan 44,12 juta orang telah melakukan vaksin secara lengkap. Artinya, baru 21,21 persen dari target 208 juta orang yang mendapat vaksinasi lengkap.

Sementara, dengan jangka waktu yang sama, saat ini sudah ada 834.000 orang yang menerima vaksin dosis ketiga. Dari angka tersebut, dosis ketiga paling banyak saat ini diberikan kepada tenaga kesehatan.

Jika varian baru memang terbukti kebal terhadap vaksin Covid-19, maka pemerintah dinilai perlu menyiapkan skenario yang tepat untuk penanganan Covid-19, mulai dari perencanaan jumlah fasilitas kesehatan hingga skema implementasi protokol kesehatan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia