Begini Perbandingan Pengaruh Rokok dan Tembakau Alternatif untuk Kesehatan

Ilustrasi - Freepik
25 September 2021 12:57 WIB MG Noviarizal Fernandez Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sebagian pihak menilai produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan rokok bagi kesehatan. 

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, merokok berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebanyak 2 sampai 4 kali. Perokok pria berpotensi terkena kanker paru-paru sebanyak 25 kali, sedangkan perokok perempuan sebesar 25,7 kali. 

Tidak hanya itu, merokok juga dapat menyebabkan kanker di bagian tubuh lainnya seperti kandung kemih, darah, serviks, tenggorokan, hati, pankreas, perut, ginjal, dan ureter. 

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rokok menyebabkan lebih dari 8 juta kematian setiap tahun. 7 juta di antaranya diakibatkan dari penggunaan langsung, sementara sekitar 1,2 juta lainnya adalah kematian akibat paparan asap rokok kepada non-perokok.

Sementara itu, berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

“Tidak diragukan lagi, berhenti merokok. Jika berhenti merokok, Anda secara dramatis menurunkan risiko,” kata Kurtis A. Campbell, MD, ahli onkologi bedah bersertifikat di Mercy Medical Center di Baltimore seperti dikutip dari Yahoo Life, Jumat (24/9/2021).

Sementara itu, layanan kesehatan nasional Inggris menjelaskan produk tembakau alternatif tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan TAR maupun karbon monoksida, dua elemen yang paling berbahaya dari asap rokok.

Adapun cara bekerja produk tembakau alternatif adalah dengan memanaskan tembakau untuk menghasilkan nikotin. Nikotin, meskipun bersifat adiktif, tetapi sebetulnya bukanlah penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok.

Hasil penelitian yang ada membuktikan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok. Tidak seperti rokok yang menghasilkan asap yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan, hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok adalah aerosol (uap) serta tidak menghasilkan TAR.

Public Health England, lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, dalam "Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products"  menyebutan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.

“Keyakinan yang salah bahwa produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok dapat mencegah ribuan perokok beralih ke produk ini untuk membantu mereka berhenti,” kata Profesor Lion Shahab dari Universitas College London.

 

 

Sumber : JIBI/Bisnis.com