Kenali Manfaat Kelebihan dan Kekurangan Menerima Diri Sendiri

Ilustrasi kesehatan mental terganggu saat pandemi Covid-19 - Freepik.com
02 Oktober 2021 02:37 WIB Ithamar Yaomi DC Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebelum mencintai orang lain, mengenal, menerima dan mencintai diri sendiri adalah proses  yang sangat penting di dalam hidup.

David Irianto selaku Co-Founder Greatmind.id mengatakan bahwa setiap orang harus mengidentifikasi dirinya sendiri, tujuannya untuk membentuk identitas yang sehat di kemudian hari. Sebagian orang cenderung sulit untuk bersikap jujur pada diri sendiri.

“Proses mengidentifikasikan diri sangat penting, karena itu yang akan membentuk identitas yang sehat. Manfaatnya adalah untuk menciptakan hubungan yang sehat dengan orang lain,” ungkapnya via live Instagram @indonesiaalive pada Jumat, (1/10/2021).

Mungkin beberapa orang terlambat dalam mampu menerima diri sendiri, karena di masa lalu banyak hal yang mendistraksi, baik teman ataupun keluarga. Akhirnya, lebih mudah menerima hal-hal yang positif, seperti pujian.

Menerima sisi baik diri sendiri sangat mudah dilakukan oleh siapapun, tapi bagaimana dengan sisi buruknya? Diperlukan kesadaran dalam diri bahwa bukan hanya sisi positif yang perlu diterima, tapi juga sisi negatifnya.

Baca juga: Survei: Mayoritas Warga Ingin Negara Berasas Pancasila Bukan Ajaran Agama Tertentu

“Prosesnya bagiku sudah banyak sejak menyadari pentingnya accepting ourselves, untuk menerima aspek yang kita anggap positif. Namun, kalau dikatakan seratus persen menerima, tentu saja tidak,” ungkap David.

Menurut David, perjalanan dalam menerima diri sendiri ini sifatnya terus berlanjut seumur hidup. Karena diri yang ada di hari ini, besok, pun tahun depan, bisa jadi pribadi yang berbeda.

Self-development di era saat ini merupakan sesuatu yang penting. Dalam proses mengembangkan dan memperbaiki diri, maka Anda akan mengetahui apa yang kurang atau salah dalam diri secara sadar dan tidak sadar.

Jadi, kendati terus terjebak di titik tersebut, lebih baik menerima sisi yang ‘kurang baik’, sebagai tahap menerima diri sendiri.

Meilinda Sutanto, Coach Certified Meditation Instructor The Golden Space Indonesia mengatakan bahwa ekspektasi yang tinggi terhadap diri sendiri dapat memunculkan pemikiran serupa terhadap orang lain, yang akhirnya menjadi tekanan bagi orang sekitar.

Menurut Meilinda, dalam proses ‘menerima’ itu bukan hanya bagi yang ada di dalam diri, tapi juga terjadi pada orang lain. “Yang akhirnya membuatku sadar bahwa sifat perfeksionis-lah yang menjadi akar permasalahan mental health,” ucap Meilinda.

Sumber : bisnis.com