Advertisement

Cek! Kebiasaan Gaya Hidup Cegah Risiko Kanker Payudara

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 10 Oktober 2021 - 14:57 WIB
Sunartono
Cek! Kebiasaan Gaya Hidup Cegah Risiko Kanker Payudara Kanker payudara. - hindustantimes.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kanker payudara adalah kanker paling umum kedua yang terjadi di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), "Pada tahun 2020, ada 2,3 juta wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dan mencatat 685.000 kematian secara global."

Sementara angka yang mengkhawatirkan telah menimbulkan kekhawatiran secara global, diagnosis dini dapat membantu mendeteksi dan mengelola kanker payudara dengan lebih efisien. Selain itu ada banyak cara seseorang dapat menurunkan peluang mereka terkena kanker payudara. Dr. Niti Raizada, Direktur onkologi medis dan hemato-onkologi, Rumah Sakit Fortis, Bangalore, berbagi beberapa wawasan tentang cara kita dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Faktor risiko kanker payudara

Ada banyak faktor risiko kanker payudara. Beberapa dapat diubah, sementara yang lain tidak dapat diubah. Namun, memiliki faktor risiko tidak berarti Anda akan terkena penyakit, dan tidak semua faktor risiko memiliki efek yang sama.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor risiko yang tidak dapat diubah dan dimodifikasi. Menurut dr. Raizada, dilansir dari Express, faktor risiko tersebut antara lain:

- Usia

- Riwayat keluarga kanker

- Riwayat reproduksi, yang meliputi menarche - usia saat Anda mulai mengalami menstruasi - dan menopause - saat menstruasi Anda berhenti.

- Usia saat Anda melahirkan, durasi menyusui.

Sebaliknya, ada faktor risiko tertentu yang dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup tertentu. Ikuti diet sehat

Advertisement

Sangat penting bahwa Anda makan makanan bergizi dan mengikuti diet sehat.

Dr Raizada merekomendasikan diet yang rendah lemak dan konsumsi kalori, kaya buah-buahan dan sayuran.

Di zaman di mana makanan olahan dan camilan tidak sehat telah menjadi bagian penting dari diet kita, risiko terkena penyakit kronis tinggi. Apalagi saat ini gaya hidup kurang bergerak banyak dilakukan orang.

Advertisement

Menurut dokter, untuk mengurangi risiko kanker payudara, seseorang harus memperhatikan timbangannya dan menjaga berat badan yang sehat.

"Hindari kecanduan, dalam bentuk merokok, dalam bentuk alkohol. Kebiasaan gaya hidup ini sangat tidak sehat dan dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis lainnya," tambah dr Raizada.

Tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mengganggu kesejahteraan mental seseorang.

Selain itu, Dr. Raizada menghimbau masyarakat untuk mengurangi tingkat stres. Menjaga kesehatan mental kita adalah kuncinya, dalam hal menjaga penyakit dan penyakit. Pikiran yang sehat dan sehat adalah kunci untuk mengurangi risiko masalah kesehatan kronis

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Lakukan PKM, Tim UAD Dukung Program Indonesia Bebas Stunting

Gunungkidul
| Kamis, 29 September 2022, 10:27 WIB

Advertisement

alt

Airlangga Hartarto Jadi Tokoh Pemulihan Ekonomi Nasional

News
| Kamis, 29 September 2022, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement