Pakar Beberkan Tips Menjaga Imun setelah Vaksinasi Covid-19

Profesor Iris Rengganis saat menjelaskan tentang sistem imun tubuh manusia. - Zoom.
20 Oktober 2021 05:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menjaga imun tubuh sangat diperlukan di masa pandemi Covid-19 meski telah mendapatkan vaksinasi. Upaya itu bisa dilakukan dengan tetap melakukan pola hidup sehat dan bersih serta memperhatikan diet makanan sehari-hari.

Pakar Imunologi Universitas Indonesia sekaligus konsultan alergi imunologi Profesor Iris Rengganis menjelaskan selain vaksinasi untuk mencapai herd immunity hal lain yang perlu diperhatikan saat pandemi adalah protokol kesehatan dan nutrisi untuk imunitas tubuh seperti vitamin serta immunologi. Vaksinasi bukan satu-satunya upaya untuk mencegah Covid-19 tetapi menjadi faktor penting untuk menangkal virus tersebut.

“Gaya hidup dan lingkungan sangat mempengaruhi sistem imunitas seseorang. Karena jika gaya hidup buruk tetapi sistem imun secara genetika baik hasilnya menjadi buruk,” katanya dalam webinar Strategi Mempertahankan Imunitas dengan Suplemen Herbal Alami, Selasa (19/10/2021).

Ia menambahkan imunitas adalah kunci utama tubuh seseorang, jika imunitas kuat daripada patogen atau kuman, sehingga patogen tidak membuat sakit. Tetapi kalau imunitas lebih kecil daripada patogen maka timbul suatu infeksi.

“Salah satunya untuk menangkal dengan vaksinasi, tetapi vaksinasi bukan segalanya, karena tidak ada vaksin yang 100 persen dapat melindungi tubuh manusia dari serangan patogen,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini.

Vitamin dan immunomodulator (zat yang mempengaruhi sistem imun), lanjutnya, sangat dibutuhkan oleh tubuh saat pandemi Covid-19. Selain itu harus makan buah dan sayur yang mengandung berbagai macam vitamin saat ini banyak herbal atau tanaman yang megandung unsur immunomodulator, anti virus dan bakteri. Kemudian wajib melakukan cuci tangan, jangan pernah menyentuh makanan atau wajah sebelum mencuci tangan.

“Jangan lupa senyum karena senyum ini juga dapat meningkatkan imun sistem. Kalau kita sedih, marah, emosi maka sistem imun kita juga akan menurun. Minum air putih yang cukup, kurangi garam dan gula, tidur delapan jam,” ucapnya.

Guru Besar Farmakologi & Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Profesor Keri Lestari menyampaikan uji klinis multisenter dan randomized Rhea Health Tone dilaksanakan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung. Uji klinis ini bermaksud mengetahui efikasi dan keamanan dalam membantu pemulihan pasien Covid-19.

"Hasil uji klinis menunjukkan pemberian suplemen tersebut dapat mempersingkat masa rawat inap pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, meskipun tidak signifikan secara statistik, dengan masa rawat inap maksimum yang lebih singkat 17 sampai 39 hari," ujarnya.

President Director Rhea Indonesia Ivan Wibowo Hudyana menyatakan dengan mengurangi risiko terkena penyakit seperti flu di masa pandemi ini, maka sekaligus dapat mengurangi rasa kekhawatiran. “Ada hikmah dibalik pandemi ini, di mana kini semakin banyak masyarakat yang berupaya untuk hidup lebih sehat. Menurut kami, gaya hidup sehat ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru setelah pandemi usai,” katanya.