Simak! Ulasan Menopause Telat atau Dini untuk Wanita 

Ilustrasi menopause pada perempuan dan cara mengatasinya
20 Oktober 2021 12:07 WIB Dinda Aulia Ramadhanty Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menopause, periMenopause atau post Menopause adalah suatu tahapan dalam kehidupan seorang Wanita ketika periode datang bulanannya berhenti, yang menunjukkan akhir tahun-tahun reproduksi Wanita. Sebelum menuju menopause, terdapat tahapan yang akan dilalui oleh wanita, berikut penjelasan tahapan tersebut. 

Tahapan pertama yaitu perimenopause, dimana dalam proses ini dapat dimulai 8-10 tahun sebelum menopause, waktu yang menandai akhir dari siklus menstruasi. 

Hal ini didiagnosis setelah melewati 12 bulan tanpa periode menstruasi, sedangkan postmenopause adalah tahap setelah menopause. Usia menopause merupakan momen yang sangat penting, selain hilangnya kesuburan tetapi juga peningkatan risiko berbagai penyakit dan masalah paruh baya. 

Pada umumnya, menopause merupakan bagian alami dari penuaan yang biasanya terjadi antara usia 45 dan 55 tahun, karena tingkat estrogen wanita mulai menurun. Usia rata-rata seorang wanita untuk mencapai menopause adalah 51 tahun di negara maju. 

Jika menopause terjadi dalam rentang usia sebelum usia 40 tahun maka dikenal sebagai menopause dini. Menopause dini terbuka untuk terjadi oleh siapa saja yang berusia dibawah usia 45 tahun. 

Menopause dini terjadi pada sekitar 1 persen wanita di bawah usia 40 tahun dan 5 persen pada wanita di bawah usia 45 tahun. 

Penyebab Menopause Dini

Banyak menjadi faktor pemicu menopause dini, meskipun kebanyakan tidak diketahui persis alasannya. Namun berikut telah dirangkum beberapa penyebabnya sebagai berikut. 

- Gangguan autoimun dimana ada reaksi kekebalan terhadap organ tubuh sendiri seperti tiroid, ovarium, dll

- Penyebab genetik yang mungkin turun temurun

- Infeksi atau kondisi peradangan yang merusak jaringan ovarium

- Diinduksi karena ooforektomi bilateral pramenopause (pengangkatan kedua indung telur) atau dari perawatan kanker termasuk kemoterapi dan radiasi 

Gejala

Lambat laun, gejala menopause dini mencakup banyak gejala menopause yang khas termasuk:

- Hot flashes, dimana orang merasakan gelombang panas tubuh yang ringan atau intens secara tiba-tiba dengan berkeringat

- Kekeringan vagina yang menyebabkan kesulitan dalam berhubungan seks dan sering mengalami infeksi saluran kemih

- Urgensi urin

- Kesulitan tidur.

- Perubahan emosi yang cepat seperti perubahan suasana hati, lekas marah, menangis 

Dalam menghadapi menopause dini, perlu mengedukasi terdapat kemungkinan faktor risiko yang mungkin dapat terjadi seperti kematian dini, memiliki berbagai masalah neurologis termasuk kehilangan memori, terjadi disfungsi seksual, mengidap penyakit jantung, memiliki gangguan suasana hanti hingga osteoporosis. 

Mengingat risiko kesehatan yang terkait dengan menopause dini, terapi penggantian hormon (HRT) secara rutin direkomendasikan untuk semua wanita dengan menopause dini kecuali ada alasan kuat yang akhirnya tidak dapat dilakukan. 

Banyak risiko terapi hormon yang digunakan setelah menopause alami tidak dianggap berlaku untuk wanita yang mengalami menopause dini. 

Menopause Terlambat

Berbanding terbalik dengan menopause dini, jika seorang wanita berusia 55 tahun atau lebih masih belum memiliki gejala menopause, dokter akan mendiagnosa sebagai menopause terlambat.  

Menopause terlambat tidak jarang terjadi pada wanita gemuk dimana penyebab utamanya adalah:

- Genetik dalam keluarga dengan riwayat menopause terlambat

- IMT tinggi

- Masalah endokrin lainnya seperti gangguan tiroid

- Kanker ovarium penghasil estrogen 

Pro menopause terlambat

- Menurunkan risiko osteoporosis, stroke, dan masalah kardiovaskular

- Usia lanjut saat menopause dan umur reproduksi yang lebih lama dapat menghasilkan harapan hidup untuk berumur panjang lebih lama 

Berbicara pro atau kelebihan dalam menopause terlambat tentu beriringan dengan kontranya. Menopause terlambat dapat meningkatkan risiko kanker payudara, ovarium, dan rahim pada menopause dini yang disebabkan oleh lamanya waktu tubuh wanita memproduksi estrogen. 

Banyak dari penyakit tersebut dapat dicegah dengan intervensi tepat waktu seperti mulai melakukan modifikasi gaya hidup, lalu mengurangi konsumsi lemak, tinggi protein, tinggi serat, kaya akan antioksidan, dan berolahraga teratur supaya menjaga berat badan tetap terkendali.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia