Generasi Z Diajak Memahami Isu Kesehatan Mental

Suasana kampanye bertajuk Achieving Well-Being In A Social Inequality bertujuan untuk meningkatkan kepedulian bagi generasi (gen) Z yang rentan dengan masalah kesehatan mental khususnya yang disebabkan oleh ketidakadilan sosial. - Dok. Ist.
21 Oktober 2021 08:17 WIB Yosef Leon Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Quarter Life Projects (QLP) mengadakan kampanye bertema Achieving Well-Being in a Social Inequality. Kegiatan ini didasari oleh isu soal ketidakadilan sosial yang dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental. Kesehatan mental disinyalir disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam mencapai status well-being dalam kehidupan pribadinya.

Lead Project Quarter Life Project, Novalia Mediarki menjelaskan, well-being adalah kondisi ketika seseorang merasa nyaman, sehat, dan bahagia dengan kondisi saat ini. Well-being juga berperan penting dalam kehidupan, antara lain terhadap suasana hati yang baik, kondisi material yang meningkat, masyarakat dan ekonomi yang semakin kuat.

"Pengetahuan tentang ketidakadilan sosial dan pentingnya mencapai well-being di masyarakat masih minim. Sedangkan social inequality adalah kondisi yang cenderung sering dialami banyak orang karena mendapatkan perlakuan yang tidak sama di masyarakat," kata Novalia, Rabu (20/10/2021).

Kampanye Achieving Well-Being In A Social Inequality bertujuan untuk meningkatkan kepedulian bagi generasi (gen) Z yang rentan dengan masalah kesehatan mental khususnya yang disebabkan oleh ketidakadilan sosial. Selain itu, topik yang diangkat dianggap cukup relevan dengan yang dialami banyak orang di masa quarter life crisis.

"Kita melihat banyak remaja di zaman sekarang yang sering membandingkan kehidupan mereka sama kehidupan sosial orang lain, misalnya dari hal simple membandingkan privilege atau pencapaian diri sendiri dengan orang lain sehingga pada akhirnya justru membawa ke hal yang negatif," jelas dia.

Nova juga menambahkan, ada pelbagai faktor dari ketidakadilan sosial yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang secara langsung. Diantaranya berupa pengaruh ekonomi, pengaruh relasi, pengaruh kesehatan, disabilitas, dan umur serta pengaruh lingkungan.

Sementara, CEO Quarter Life Projects, Christyana Henrietta menyebut, kampanye ini dilakukan juga sebagai bentuk implementasi dari tujuan dibentuknya Quarter Life Projects. Menurutnya, sebagai platform organisasi non-profit berbasis digital, QLP harus memberikan dampak bagi banyak orang terutama bagi gen Z pengguna media sosial dalam menghadapi quarter life crisis.

"Dalam menghadapinya sendiri, banyak generasi muda yang mengalami kesulitan. Karena masih banyak dari generasi muda di Indonesia yang belum paham dengan quarter life crisis ini, sehingga lahirlah Quarter Life Projects. Selain menyosialisasikan, kami juga memberikan dukungan melalaui edukasi, layanan curhat hingga coaching, dan masih banyak lagi," katanya.

Adapun kampanye dilakukan secara serentak dengan mengunggah twibbon pada akun Instagram masing-masing peserta. Twibbon tersebut bertujuan untuk mengajak para pengguna media sosial untuk mengadvokasikan kampanye dengan mengadaptasi 'Cara Rara Menghadapi Ketidakadilan' dalam film Imperfect yang viral pada 2019 lalu.

"Acara berlangsung selama tiga hari yakni pada 14-16 Oktober 2021 dan diikuti oleh 350 peserta secara daring, Acara puncak dilakukan dengan diadakannya talkshow gratis dengan materi “Achieving Well-Being in a Social Inequality" melalui Zoom yang dihadiri sebanyak lebih dari 95 peserta di seluruh Indonesia," ujar Christyana.