Pacar Tiba-tiba Menghilang? Ini Alasan yang Sering Terjadi

Ilustrasi pasangan yang berada pada hubungan yang salah - PinkVilla
24 Oktober 2021 12:17 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus  klasik yang sering terjadi adalah saat Pria dan Wanita mengikat janji, tetapi salah satu dari mereka memilih menghilang.

Mengutip dari Bolde, Sabtu (23/10/2021), berikut alasan mengapa si doi tiba-tiba saja mengabaikan Anda:

1. Dia merasa bosan

Rasa bosan bisa saja muncul karena rutinitas yang padat, ditambah kurangnya kreativitas dalam membangun hubungan. Terkadang ada orang-orang yang bosan melakukan kegiatan yang biasa dan memilih menghindar.

2. Sedang PDKT sama orang lain

Jika orang yang Anda ajak bicara tiba-tiba menghilang, maka bisa saja ada hal yang terjadi padanya. Prediksi terburuk adalah pria yang Anda sukai telah menemukan orang lain. 

Jangan pernah memaksa orang yang tidak ingin bersama Anda untuk terus bersama, karena itu adalah hal yang sia-sia. Orang tersebut akan terus-menerus membuat alasan untuk semakin jauh. Usah gelisah, ingatlah Anda lebih berharga daripada ketidakpedulian dia.

3. Pekerjaan padat dan ada masalah di rumah

Pekerjaannya yang padat bisa menyita waktu. Mungkin saja, dia tidak ingin membebani Anda dengan cerita beban pekerjaan atau masalah yang muncul di rumahnya.

4. Enggan berkomentar

Ada pria yang enggan berbagi perasaan dan emosi yang dialami. Ini menjadi tanda bahwa kualitas komunikasi telah merosot. Mungkin saja ini menjadi tanda bahwa dia takut berkomitmen dan takut terluka. Bisa saja, dia belum menginginkan hubungan yang jauh dan serius.

5. Lelah 

Mungkin dia lelah harus mengejar Anda dan dia ingin melihat apakah Anda menyadari bahwa dia pergi dan mengejarnya kembali. Lagipula, para pria menginginkan perhatian sama seperti perempuan. Mungkin ini bukan masalahnya sama sekali, mungkin dia hanya ingin tahu di mana dia berdiri dan untuk melihat seberapa besar Anda peduli.

6. Tidak merasakan koneksi lagi

Ini kenyataan yang sulit diterima, tapi harus tetap dihadapi. Butuh keberanian untuk memulai percakapan ini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia