Berikut Ini Ciri-ciri dan Jenis Gangguan Mata

Ilustrasi perempuan mengalami sakit mata karena terlalu lama melihat laptop - Freepik.com
27 Oktober 2021 05:07 WIB Annasa Rizki Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Gangguan penglihatan dapat ditandai dengan kehilangan atau kelainan dalam struktur anatomi atau fungsi fisiologis mata.

International Classification of Disease 11 menurut WHO mengklasifikasikan gangguan penglihatan menjadi dua tipe, jarak jauh dan jarak dekat.

Gangguan penglihatan jarak jauh terbagi menjadi empat, yaitu:
1. Ringan – ketajaman penglihatan kurang dari 6/12 hingga 6/18

2. Sedang – Ketajaman visual kurang dari 18/6 hingga 6/10

3. Parah – Ketajaman penglihatan kurang dari 6/60 hingga 3/60

4. Kebutaan – Ketajaman visual kurang dari 3/60

Sementara itu, gangguan penglihatan jarak dekat ditandai dengan ketajaman visual kurang dari N6 atau M.08 pada 40cm yang banyak disebabkan oleh tidak tertanganinya presbyopia.

Pengalaman gangguan penglihatan seseorang bervariasi tergantung pada banya faktor yang berbeda. Faktor kehatan, keturunan, akses pengobatan, informasi, serta kurangnya pengetahuan tentang gangguan penglihatan dapat menjadi penyebabnya.

Berdasarkan data WHO, secara global setidaknya ada 2,2 miliar orang yang terkena gangguan penglihatan dan hampir setengahnya tidak ditangani.

Tak hanya rabun jauh, rabun dekat, dan buta warna, berikut ini 6 gangguan penglihatan yang perlu diketahui, melansir dari News Medical, Selasa (26/10/2021).

1. Glukoma

Kondisi ini disebabkan oleh naiknya tekanan cairan normal di dalam mata. Kemampuan untuk menglihat perlahan akan menurun bahkan mengalami kebutaan jika tidak segera ditangani.

Penumpukan cairan akan menekan saraf optik dan mempersempit ruang pandang penglihatan secara progresif.

2. Degenerasi Makula

Gangguan penglihatan ini umumnya diderita orang dengan usia 50 tahun ke atas. Age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi macula menyebabkan penderita mengalami penurunan penglihatan sentral. Penderita akan mengalami ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari seperti membaca, menjahit, dan mengemudi.

3. Katarak

Kondisi dimana penglihatan yang kabur atau tidak jelas. Kondisi umum terjadi pada orang tua. Gejala katarak dapat dirasakan mulai dari fotofobia (ketidakmampuan untuk melihat cahaya/silau) dan diplopia (penglihatan ganda).

4. Retinopatik Diabetik

Diabetes menyebabkan kerusakan arteri yang lebih kecil dan pembuluh darah di bagian belakang mata di atas retina.

Retinopati diabetik adalah penyakit mata diabetes yang paling umum dan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa.

Biasanya gangguan penglihatan pada penderita diabetes diawali dengan munculnya bintik hitam atau bentuk mengambang di bidang penglihatan. Penglihatan akan perlahan hilang jika dibiarkan.

5. Miopia atau Rabun Jauh

Miopia atau rabun jauh menandakan seseorang dapat melihat benda-benda di dekatnya dengan jelas tetapi benda-benda yang jauh tampak kabur. Miopia tinggi dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang lebih parah.

6. Retinitis Pigmentosa

Tak hanya factor gaya hidup dan lingkungan, gangguan penglihatan juga dapat terjadi akibat genetik. Retinitis Pigmentosa adalah kondisi genetik atau bawaan dengan gejala awal rabun senja.

Penyakit ini akan berkembang yang kemudian menyebabkan kehilangan penglihatan perifer dan diikuti oleh kebutaan total.

Periksakan kondisi mata Anda dan keluarga secara rutin agar dapat ditangani sesegera mungkin apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Sumber : bisnis.com