Tanda-tanda Anda Kekurangan Vitamin B12, Kenali Juga Risikonya!

Ilustrasi lidah
28 Oktober 2021 07:07 WIB Dinda Aulia Ramadhanty Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Vitamin B12 merupakan nutrisi yang sangat vital. Fungsinya mengatur fungsi tubuh dari otak hingga tulang. 

Vitamin B12 kerap menjadi salah satu vitamin yang terlewatkan.  Bahkan berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 15 persen orang kekurangan kadar vitamin B12. 

Melansir pada situs Times of India, Rabu (27/10/2021), vitamin B12 adalah nutrisi inti yang mendukung fungsi tingkat dasar tubuh, menjaga sel darah dan saraf tetap sehat dan memfasilitasi produksi DNA.

Tubuh tidak secara alami memproduksi vitamin B12 dan ini bisa ditemukan dalam produk hewani dan makanan laut. Ketika vitamin B12 menjadi kurang, fungsi vital tubuh dapat terganggu, dan seiring waktu dapat muncul gejala dalam beberapa cara. 

Orang yang paling berisiko kekurangan vitamin B12

Dengan vitamin B12, cara terbaik untuk memperoleh vitamin ini melalui sumber-sumber alami seperti makanan laut, telur, unggas dan beberapa bentuk susu. 

Para vegetarian dan vegan yang mengonsumsi beberapa sumber nabati seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan memiliki vitamin B12 berada pada risiko yang lebih tinggi daripada non-vegetarian untuk mengembangkan kekurangan vitamin B12.

Faktor lain akibat kekurangan vitamin B12 bisa menjalar ke permasalahan usus seperti peradangan kronis di usus, dan masalah pencernaan lainnya, yang tampaknya lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. 

Simak tanda-tanda peringatan dini dari kekurangan vitamin B12 dan mengambil tindakan yang sesuai. 

  1. Perubahan tekstur lidah

Jika kekurangan kadar vitamin B12, hal tersebut dapat menyebabkan kehilangan papila, yaitu tonjolan pengecap kecil yang ada di permukaan lidah. Setelah papila mulai menghilang pasti akan merasakan sakit dan mengalami perubahan indera perasa, atau merasakan perbedaan rasa (bumbu mungkin tidak terasa cukup pedas). 

Dengan defisiensi akut, lidah juga bisa terasa bengkak hingga meradang. Adapun kemungkinan gejala mulut lainnya dapat berupa sariawan, sensasi berduri atau perasaan terbakar di mulut. 

  1. Terasa seperti ditusuk-tusuk, ditusuk-tusuk jarum

Salah satu fungsi penting yang dimainkan vitamin B12 adalah mengendalikan fungsi saraf dan memfasilitasi produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ketika tubuh kekurangan kadar vitamin B12 dapat mengalami risiko kerusakan pada sel saraf dan rentan terhadap masalah saraf.  

Gejala umum yang bisa dialami saat  kurang vitamin B12 adalah rasa sakit seperti ditusuk jarum di tangan, kaki, dan ekstremitas tubuh. Saraf-saraf penting yang menyebar di sumsum tulang belakang juga bisa bergerak atau mungkin mengalami pusing, goyah, sensasi seperti kelelahan dengan intensitas lebih sering. 

  1. Kesulitan mengingat dan kehilangan ingatan yang tidak biasa

Gejala meningkatnya kekurangan vitamin B12 adalah munculnya penyakit mental yakni ingatan yang tidak lamban dan pelupa. Kadar Vitamin B12 berfungsi mengontrol fungsi saraf, sehingga kekurangannya secara langsung dapat menyebabkan masalah pada kesehatan dan fungsi otak. 

Setiap kerusakan atau masalah pada saraf yang ada di otak dapat menyebabkan persoalan seperti kehilangan ingatan, kebingungan, disorientasi, atau mempersulit seseorang untuk mengingat sesuatu dengan baik. Dikatakan juga bahwa untuk orang yang memiliki defisiensi parah, gejalanya dapat meniru gejala demensia dan menyebabkan kepanikan. 

  1. Merasa sangat cemas dan mengalami masalah suasana hati yang lemah

Tingkat vitamin B12 yang sangat rendah dapat mengganggu keseimbangan mental, membendung iritabilitas suasana hati, atau akhirnya menyebabkan depresi atau kecemasan. 

Dikatakan bahwa kadar vitamin B12 mengatur produksi bahan kimia neurotransmitter penting di otak seperti dopamin dan serotonin. Jadi, jika tubuh mengalami stres tanpa penyebab terkait, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

  1. Peningkatan detak jantung dan kesulitan bernapas

Risiko akibat defisiensi vitamin B12 juga memungkinkan tubuh mengalami masalah dengan detak jantung. Jantung akan memiliki waktu yang lebih sulit untuk bekerja dan harus berdetak lebih cepat untuk menebus tingkat sel darah merah yang hilang.  

Respons ini adalah cara tubuh mencoba memastikan bahwa oksigen cukup beredar melalui semua sistem tubuh dan mencapai semua organ. Akibat respons ini tubuh juga berisiko mengalami kesulitan bernapas.

Sumber : bisnis.com