Kebanyakan Konsumsi Suplemen Kalsium Bisa Picu Risiko Serangan Jantung

Serangan jantung - boldsky.com
28 Oktober 2021 16:57 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Suplemen seringkali menjadi pilihan banyak orang untuk menunjang kesehatan. Namun, kemanannya telah dipertanyakan setelah penelitian menarik hubungan antara suplementasi berlebihan dan penyakit mematikan.
 
Untuk mengembalikan kepadatan tulang, suplemen kalsium  banyak dikonsumsi oleh wanita saat menopause. Sebelumnya, para ahli beralasan bahwa mempertahankan kadar kalsium yang cukup dalam darah dapat mencegah tubuh mengelurakannya dari tulang.
 
Dalam satu penelitian yang dilakukan di Jerman, para peneliti menemukan bahwa suplemen mineral yang populer dapat melipatgandakan risiko serangan jantung, sehingga memerlukan kehati-hatian yang besar.

BACA JUGA : Meninggal Dunia karena Jantung, Gunawan Maryanto
 
Melansir Express, Kamis (28/10/2021), temuan ini ditetapkan selama penelitian di Jerman yang menyelidiki asupan kalsium dari 23.980 pria berusia antara 35 hingga 64 tahun antara 1994 dan 1998.
 
Selama 11 tahun periode tindak lanjut, 345 peserta dan 260 mengalami stroke, dengan total 267 kematian terkait. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan suplemen kalsium secara teratur 86 persen lebih mungkin menderita serangan jantung daripada mereka yang tidak.
 
Empat rekan penulis penelitian menjelaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan risiko infark miokard yang meningkat secara statistik secara signifikan dibandingkan dengan non-pengguna suplemen apapun.
 
Para peneliti, dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Heart menjelaskan bahwa mereka yang memperoleh suplemen kalsium secara eksklusif dari suplemen memiliki risiko 2,7 lebih tinggi terkena serangan jantung.
 
Mereka menyimpulkan, meningkatkan asupan kalsium dari diet mungkin tidak memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan, sementara suplemen kalsium, yang dapat meningkatkan risiko MI, harus diambil dengan hati-hati.
 
Sementara itu, Dokter Walter Willett, ketua Departemen Nutrisi di Harvard Chan School of Public Health, menjelaskan bahwa banyak otoritas kesehatan tidak setuju dengan kebutuhan kalsium harian 1.000 miligram untuk wanita berusia 50 tahun ke bawah.
 
Dia menjelaskan bahwa beberapa bahkan merekomendasikan lebih dari 1.200 mg untuk wanita menopause.
 
“Pada dasarnya, saya pikir orang dewasa tidak membutuhkan 1.200 mg kalsium sehari,” jelas dokter Willett.

BACA JUGA : Serangan Jantung, Aktor Gunawan Maryanto Rapat di Teater
 
Menurutnya, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 500 mg mungkin tepat.
 
Para peneliti telah lama mendesak penggunaan suplemen dengan hati-hati, menjelaskan bahwa pil tidak boleh diminum tanpa pertimbangan yang cermat.
 
Obat-obatan sering diperlukan bagi mereka yang tidak dapat memperoleh cukup kalsium secara langsung melalui diet.
 
NHS mengatakan individu harus mendapatkan semua kalsium yang mereka butuhkan dari makanan sehari-hari mereka. Mengkonsumsi kalsium dosis tinggi dapat menyebabkan sakit perut dan diare.
 
Anda dapat menemukan sumber kalsium yang baik dari sayuran berdaun hijau, ikan, roti yang dibuat dengan tepung yang diperkaya, keju susu dan beberapa makanan mengandung susu lainnya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia