Sama-sama Lemak, tapi Trigliserida Beda dengan Kolesterol. Simak Gejalanya!

Ilustrasi kolesterol - istimewa
01 November 2021 09:07 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Orang yang rutin melakukan check up atau mengecek kondisi kesehatan di laboratorium, maka sudah tidak asing dengan trigliserida. Lantas apa perbedaan trigliserida dengan kolesterol?

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah. Trigliserida merupakan hasil konversi kalori yang tidak terpakai oleh tubuh, yang disimpan untuk cadangan energi bagi tubuh. Adapun fungsinya sebagai cadangan energi.

Biasanya orang-orang yang mengkonsumsi kalori terlalu banyak dan jarang jarang berolahraga akan memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Trigliserida berbeda dengan kolesterol. Keduanya sama-sama lemak, tetapi jenisnya berbeda. Selain itu, keduanya memiliki fungsi dan peran yang berbeda.

Kolesterol adalah hasil metabolisme lemak yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun jaringan dan sel, membentuk berbagai hormon, dan berperan dalam sistem pencernaan.

Baca juga: Daftar Provinsi dengan UMP Tertinggi dan Terendah 2021, DIY Nomor Berapa?

Orang yang memiliki kadar trigliserida yang tinggi berisiko menimbulkan penyakit jantung, sindrom metabolik, dan stroke. Tidak ada gejala pasti yang muncul akibat kadar trigliserida yang tinggi.

Biasanya seseorang baru diketahui memiliki kadar trigliserida tinggi setelah dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium.

Berikut parameter nilai kadar trigliserida yang wajib Anda ketahui:
Penyebab terbanyak dari kadar trigliserida tinggi adalah kurangnya aktivitas fisik, disertai kebiasaan gemar mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula / karbohidrat yang tinggi.

Faktor-faktor yang menimbulkan kadar trigliserida tinggi:

1. Obesitas

2. Makanan yang banyak mengandung santan

3. Minuman beralkohol

4. Penyakit hipotiroid

5. Penyakit ginjal

Untuk mengatasi kadar trigliserida yang tinggi, mulailah menerapkan pola makan serta gaya hidup yang sehat, antara lain menurunkan asupan kalori. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, mie, makanan manis.

Ingatlah untuk berolahraga secara rutin. Jangan merokok. Jangan minum minuman beralkohol.

Jika dengan perubahan gaya hidup masih belum cukup untuk menurunkan kadar trigliserida Anda, maka disarankan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi obat-obatan untuk membantu menurunkan kadar trigliserida Anda.

Sumber : Bisnis.com