Terlalu Sering Makan Sendirian Ternyata Meningkatkan Risiko Sakit Jantung

Ilustrasi gagal jantung - Freepik.com
06 November 2021 19:07 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa terlalu sering makan sendiri dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
 
Sebuah studi yang diterbitkan di Menopause, jurnal The North American Menopause Society (NAMS) mengungkapkan bahwa, pada wanita yang lebih tua, makan sendirian berkaitan peningkatan risiko penyakit jantung.
 
Sebagaimana dilansir Eat This, Jumat (5/11/2021), para peneliti dari sekolah keperawatan di The Catholic University of Korea, University of Ulsan, dan Semyung University meninjau data pada 590 wanita pascamenopause berusia 65 tahun ke atas, yang dikumpulkan sebagai bagian dari Studi Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea VII-1 2016.
 
Mereka menemukan wanita yang makan sendirian lebih dari dua kali sehari saja memiliki kemungkinan 2,58 kali lebih besar untuk mengembangkan angina, suatu kondisi nyeri dada yang disebabkan oleh penurunan aliran darah ke jantung, dibandingkan mereka yang menghabiskan waktu makan dua kali sehari atau lebih dalam sehari, bersama orang lain.
 
Meskipun demikian, para peneliti mengatakan bukan hanya kesepian yang mendorong kasus penyakit jantung ini.
 
Mereka menjelaskan, kelompok wanita yang biasanya menghabiskan waktu makan sendirian memiliki pengetahuan gizi yang lebih buruk. Ini termasuk  kesadaran yang lebih jarang dan penggunaan label nutrisi dibandingkan mereka yang sering makan bersama orang lain.
 
“Ditambah lagi, mereka biasanya mengonsumsi lebih sedikit kalori dan karbohidrat serta lebih sedikit serat, kalium dan natrium daripada mereka yang secara teratur makan bersama teman,” kata para peneliti.
 
Mengingat bahwa wanita hidup lebih lama daripada pria, Stephanie Faubion, Direktur Medis NAMS, mengatakan bahwa wanita yang terlibat dan menciptakan ikatan sosial yang berarti tidak hanya meningkatkan nutrisi mereka tetapi juga kesehatan mereka secara keseluruhan sekaligus mengurangi biaya perawatan kesehatan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com