Kabar Baik, Cek Kanker Kini Bisa dengan Tes Darah

Diagnosa kanker lewat tes darah - metro.co.uk
10 November 2021 21:17 WIB Annasa Rizki Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sepanjang perkembangan zaman hingga saat ini, tes darah bukanlah cara terbaik dalam mendeteksi kanker. Tes darah pun bukan cara terbaik bagi seseorang yang mengidap kanker darah. 

Penelitian dengan teknologi terbaru mengubah cara kanker didiagnosis dan diobati sehingga bisa diketahui melalui tes darah.

GRAIL, anak perusahaan dari Illumina, perusahaan sekuensi DNA di San Diego, mengembangkan tes darah baru yang disebut Galleri. Tes ini dapat mendeteksi stadium awal kanker sebelum seseorang memiliki gejala.

Studi klinis yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan kemampuan untuk mendeteksi lebih dari 50 jenis kanker hanya dengan satu kali pengambilan darah. Perlu dicatat, sebanyak 45 di antaranya masih memerlukan skrining lanjutan.

Pada awal tahun 2021, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui dua jenis tes darah yang dapat membantu memandu keputusan pengobatan untuk penderita kanker.

BACA JUGA: Polda: Hampir Semua SMA di DIY Punya Geng Pelajar

Tes, Guardant360 CDx dan FoundationOne Liquid CDx, dibuat oleh perusahaan yang berbeda dan disetujui secara terpisah.

Terapi bertarget dan imunoterapi tertentu bekerja paling baik melawan tumor yang memiliki perubahan genetik tertentu.

Tes darah tersebut dapat mengidentifikasi perubahan genetik, termasuk mutasi, dengan memindai DNA dalam darah.

Baik Guardant360 CDx dan FoundationOne Liquid CDx disetujui untuk orang dengan kanker solid seperti paru-paru dan prostat. 

Melansir dari Healthline, banyak peneliti yang gembira dengan kehadiran tes tersebut. Mereka berharap dengan potensi besar Galleri dan tes berbasis darah generasi berikutnya untuk mengubah cara diagnosis dan pengobatan kanker.

“Kemampuan untuk mendeteksi kanker sebelum pemeriksaan klinis, seperti yang ditunjukkan oleh tes ini, terobosan yang holy grail dalam perawatan kanker,” ujar Dr. Sandip Patel, ahli onkologi medis di Moores Cancer Center di San Diego.

Sumber : Bisnis.com