Aktivitas Ini Bisa Cegah Penurunan Kognitif Saat Usia Bertambah

Ilustrasi - soultrainingacademy.com
25 November 2021 22:17 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kurang tidur hingga tidak pernah beraktivitas secara fisik bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental kita. Tidak hanya itu, ini juga berdampak pada kesehatan kognitif Anda.

Kesehatan kognitif atau kemampuan untuk berpikir, belajar, dan mengingat dengan baik, sangat penting dalam fungsi sehari-hari dan menjaganya agar tetap berfungsi dengan baik juga sama pentingnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terlibat dalam aktivitas fisik yang merangsang mental seumur hidup Anda dikaitkan dengan penurunan kognitif di masa tua yang lebih lambat.

Lalu, aktivitas apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menunda penurunan kognitif? Berikut lima aktivitas yang bisa Anda lakukan, melansir Discover Magazine, Kamis (25/11/2021).

1. Belajar bahasa baru

Orang sering menganggap bahwa mengetahui lebih dari satu bahasa akan membuat otak menjadi bingung dan mempersulit perkembangan kognitif. Namun faktanya, menggunakan dua bahasa atau lebih secara aktif membantu Anda melindungi otak dari penurunan kognitif.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa program pembelajaran bahasa selama empat bulan dapat menjaga plastisitas otak dan meningkatkan fungsi mental pada individu yang menua. Selain itu, studi bahasa yang intens dapat meningkatkan ketebalan kortikal dan volume hipokampus otak, yang terkait dengan kecerdasan umum dan kinerja memori deklaratif.

2. Meditasi

Sejumlah penelitian telah menyelidiki efek meditasi pada kognisi, dan tinjauan sistematis 2014 menunjukkan bahwa itu dapat mengimbangi penurunan kognitif terkait usia.

Saat Anda melakukan meditasi, daerah otak yang berbeda diaktifkan termasuk struktur saraf yang terlibat dalam perhatian, yang mungkin menjelaskan mengapa empat hingga lima hari pelatihan meditasi dapat meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi pada stimulus tertentu sambil menghilangkan gangguan lainnya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa meditator jangka panjang memiliki lebih banyak lipatan di lapisan luar otak mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak bermeditasi, yang berpotensi meningkatkan kemampuan seseorang untuk memroses informasi.

3. Aktivitas fisik

Tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan mencegah penyakit kronis saja, olahraga rutin juga dapat meningkatkan kesehatan otak.

Sebuah studi di tahun 2011 menemukan bahwa latihan olahraga dapat meningkatkan fungsi memori karena meningkatkan ukuran hippocampus, bagian otak yang terlibat dalam pembentukan dan penyimpanan memori baru.

Selain itu, sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga meningkatkan metabolisme glukosa otak di daerah otak yang penting untuk pembelajaran dan memori, yang mungkin membantu memerangi penyakit Alzheimer.

4. Membaca

Tindakan membaca adalah proses kognitif yang melibatkan pemahaman, penalaran deduktif, dan analisis kritis, yang mengaktifkan beberapa area di otak dan membuat Anda tetap terstimulasi secara mental.

Menurut sebuah studi longitudinal 14 tahun, membaca setidaknya dua kali seminggu dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif. Para peneliti juga menyarankan bahwa membaca dapat meningkatkan modal kognitif untuk melawan hilangnya fungsi kognitif terkait penuaan.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah membaca secara langsung dapat mencegah gangguan kognitif, terlibat dalam kegiatan yang merangsang secara intelektual dapat memperlambat penurunan memori dan kemampuan berpikir yang berkaitan dengan usia.

5. Ikut kegiatan sosial

Interaksi sosial adalah bentuk pengayaan lain yang dapat meningkatkan aktivitas otak di daerah yang penting untuk memori dan perhatian.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki gaya hidup yang aktif secara sosial dapat menunda kehilangan ingatan serta melindungi dari demensia dan penyakit Alzheimer. Dukungan sosial dan emosional yang meningkat juga dapat meningkatkan kinerja kognitif.

Sumber : Bisnis.com