Advertisement

Jogja Fashion Week 2021, Asa Industri Kreatif Bangkit di Masa Pandemi

Yosef Leon
Senin, 29 November 2021 - 09:47 WIB
Sunartono
Jogja Fashion Week 2021, Asa Industri Kreatif Bangkit di Masa Pandemi Suasana penyelenggaraan Jogja Fashion Week 2021 yang digelar di JNM pada 25-27 November. - Dok. Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, WIROBRAJAN - Penyelenggaraan Jogja Fashion Week (JFW) 2021 resmi dibuka sejak 25-27 November di Jogja Nasional Museum. Dengan mengangkat tema The New Beginning, JFW 2021 diharapkan menjadi asa baru bagi para pegiat dunia fesyen dan industri kreatif untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Direktur Kreatif JFW 2021, Philip Iswardono menyebut, pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri berdampak sangat besar terhadap semua bidang kehidupan. Dari kebiasaan baru yang harus dilakukan, pembatasan dalam berkegiatan, hingga terpuruknya sektor ekonomi yang berdampak kepada pemutusan hubungan kerja dan tutupnya berbagai usaha.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA : Jogja Fashion Week Dorong Perkembangan Industri Kreatif

Hal ini juga berlaku dengan industri kreatif, khususnya industri fesyen. Akan tetapi dengan telah dilakukannya vaksinasi massal hampir di seluruh Indonesia menjadi angin segar bagi semua pihak untuk bergerak memulai lagi menuju pemulihan di berbagai sektor, khususnya bidang ekonomi.

"The New Beginning menjadi tema yang diangkat sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang, sehingga diharapkan akan dapat memacu pemulihan ekonomi dengan membangkitkan semangat pelaku industri kreatif dan UMKM," katanya, Sabtu (27/11).

Dalam penyelenggaraan ke -15 ini JFW 2021 didukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Jogja dan Bank Indonesia, sedangkan Jogja Nasional Museum (JNM) sebagai official venue Jogja Fashion Week 2021 ikut memfasilitasi. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu, 25-27 November 2021.

"Jogja Fashion Week 2021 akan dilaksanakan secara Hybrid [luring dan daring]," ungkapnya.

Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi yakni jenama Li Scraft yang mengangkat inspirasi bagi muslimah muda. Konsep fesyen ini identik dengan news paper terutama font Arabic sebagai motif untuk koleksi-koleksi fesyennya. Namun kali ini Li Scraft mengusung Korean style dengan salah satu ikon yang digunakan yaitu dengan Hangeul Korea, baik untuk scraft/jilbab maupun gaun yang ada.

Advertisement

"Hal tersebut untuk mempresentasikan para profesional muslimah muda terlihat kasual, dinamis, namun tetap terlihat elegan dan ekslusif di setiap suasana," kata desainer Li Scraft, Ashfa Khoirunnisa.

BACA JUGA : Jogja Fashion Week 2019 Kampanyekan Busana Ramah

Beberapa koleksi Li Scraft dengan Korean style-nya dipadupadankan dengan body harness, belt pengaman yang bermula dipasang pada tubuh mekanik, hingga kemudian masuk ke dunia fesyen. Inspirasi style fesyen ini akan menambah kesan trandy, stylish dan memberikan kenyamanan bagi para profesional muslimah muda, namun tetap terlihat feminim.

Advertisement

"Body harness juga sebagai bagian untuk memberikan sentuhan fesyen forward, di mana hal ini merupakan sebagai bagian penyampaian yang sering menjadi keinginan para profesional muslimah muda untuk melengkapi style yang ditampilkan," pungkas dia.

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 1 day ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

DPRD Kulonprogo Godok Raperda Toleransi Bermasyarakat

Kulonprogo
| Selasa, 06 Desember 2022, 05:27 WIB

Advertisement

alt

Berhenti di 13 Stasiun, Inilah Jadwal KRL Jogja Solo

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 08:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement