Advertisement

Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Merusak Liver & Wajib Dihindari Selagi Muda

Tresia
Selasa, 07 Desember 2021 - 04:37 WIB
Budi Cahyana
Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Merusak Liver & Wajib Dihindari Selagi Muda Ilustrasi meminum alkohol di bar. - Freepik.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Liver atau hati adalah salah satu organ yang paling vital di tubuh manusia. Sementara, lima kebiasan buruk harus dihindari oleh semua orang agar hati tetap sehat.

Setiap tahunnya, jumlah penderita penyakit liver bertambah. Selain faktor genetik, penyakit liver muncul akibat gaya hidup yang tak sehat

Advertisement

Penyakit hati kronis bisa dipicu oleh beberapa faktor. Dalam banyak kasus, kebiasaan makan dan minum menjadi penyebab memburuknya kondisi liver seseorang.

Berikut 5 kebiasaan yang buruk yang harus Anda hindari agar liver tetap sehat seperti dilansir dari Eat This, Senin (6/12/2021).

1. Konsumsi Gula Berlebihan

Makanan dengan rasa yang manis memanglah lezat. Namun, tahukah Anda jika makanan yang mengandung banyak gula bisa menyebabkan kerusakan liver?

Pasalnya, makanan yang mengandung gula terlalu tinggi bisa meningkatkan resistensi insulin. Seperti diketahui, insulin adalah hormon yang dilepaskan ketika gula memasuki aliran darah untuk menerjemahkan gula itu menjadi bahan bakar bagi tubuh.

Ketika sistem tubuh Anda terus-menerus dibanjiri gula, tubuh mungkin berhenti merespons insulin, menyebabkan gula menumpuk di dalam darah.

2. Minuman Alkohol

Asupan minuman alkohol yang berlebihan mengurangi kemampuan hati mengeluarkan racun dari tubuh. Ini akan membuat liver hanya fokus mengubah alkohol menjadi bentuk yang kurang beracun dan akan menyebabkan peradangan serta penyakit hati berlemak.

Untuk mengurangi risiko penyakit liver, sebaiknya Anda minum alkohol hanya dalam jumlah sedang. Patokannya, idak lebih dari dua gelas sehari untuk pria, dan tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita.

Advertisement

3. Kurang Aktivitas

Sebuah penelitian dari Korea Selatan menganalisis sebanyak 13.000 orang dan hasil penelitiannya mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan untuk duduk bisa menyebabkan penyakit hati.

Jika ingin liver sehat, coba untuk perbanyak aktivitas tubuh. Dengan berolahraga raga secara teratur, Anda dapat mengurangi resiko menginap penyakit liver kronis.

4. Obesitas

Dalam jurnal laporan tahun 2020 yang berjudul "Translational Gastroenerology and Hepatologi", para peneliti menulis tentang seluruh spektrum obesitas.

Mulai dari kelebihan berat badan hingga obesitas dan obesitas parah, dikaitkan dengan NAFLD. Non-Alkohol (NAFLD) merupakan kondisi terkait hati yang paling umum di AS, yang mempengaruhi sekitar 25 persen orang dewasa.

Kondisi tersebut disebabkan oleh jumlah lemak yang berlebihan yang menumpuk di hati. Hal ini dapat menyebabkan kondisi peradangan yang disebut steatohepatitis nonalkohol (NASH), jaringan parut (sirosis), kanker hati, dan gagal hati.

Karena itu, pertahankan berat badan yang sehat atau turunkan berat badan jika perlu. Menurut tinjauan studi tahun 2018, kehilangan hanya 10 persen dari berat badan sudah cukup untuk mengatasi NASH pada lebih dari 90 persen pasien.

5. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika anda mengalami nyeri pada bagian tubuh anda, cobalah untuk menggunakan
Obat acetaminophen pereda nyeri (nama merek Tylenol). Namun, jangan mengkonsumsinya lebih dari jumlah atau takaran yang disarankan karena akan menyebabkan kerusakan hati yang parah.

Seorang dokter Klinik Cleveland mengatakan jika mengkonsumsi secara teratur dan tidak minum lebih dari jumlah minuman beralkohol yang disarankan per hari, Anda sebaiknya hanya menggunakan asetaminofen dalam kasus yang jarang terjadi dan menghindari dosis harian lebih besar dari 4.000 mg.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Wamenkumham Tinjau Kesiapan Kanwil Kemenkumham DIY untuk Raih Predikat Birokrasi Bersih

Jogja
| Jum'at, 27 Mei 2022, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Kenang Buya Syafii Maarif, Jokowi: Kader Terbaik Muhammadiyah

News
| Jum'at, 27 Mei 2022, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement