Ini 9 Mitos dan Fakta tentang Penyakit Paru-paru

Foto rontgen sinar-X menunjukkan paru-paru yang terinfeksi tuberkulosis. - Reuters/Luke MacGregor
09 Desember 2021 05:37 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Paru-paru adalah salah satu organ yang berperan penting. Ketika udara mencapai paru-paru, akan terjadi pertukaran antara oksigen dari luar tubuh dengan karbon dioksida dari dalam darah. Apabila paru-paru mengalami gangguan atau terserang penyakit, maka proses ini pun ikut terganggu.

Penyakit paru-paru ada banyak jenisnya, dan banyak pula mitos-mitos yang beredar. Agar Anda tidak salah informasi, berikut mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui seputar penyakit paru-paru.

1. Paru-paru basah disebabkan karena mandi malam, tidur di lantai, minum air dingin dan lainnya

Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan pneumonia adalah keradangan paru akibat infeksi bakteri, virus atau jamur.
 
Dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar menuturkan, infeksi akan terjadi bila kita tertular atau terpapar kuman, ditambah kondisi sistem imun yang kurang baik dan adanya pertahanan mukosa saluran pernapasan yang kurang baik seperti merokok.
 
“Jadi, terjadinya paru-paru basah tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kerentanan terjadinya infeksi,” ungkap dokter yang akrab di sapa Ning ini melalui akun Instagramnya, Rabu (8/12/2021).

2. TBC adalah penyakit keturunan

TBC bukanlah penyakit keturunan. TBC adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Nah penularannya ini lewat droplet dan airborne.
 
Ning menjelaskan, tidak jarang ditemukan keluarga yang tinggal serumah semuanya menderita TBC karena memang penularannya sangat mudah, terutama bila rumahnya kecil,  anggota keluarga banyak dan ventilasi rumah yang tidak baik.
 
Jadi, bila sekeluarga mengalami TBC, ini bukan karena TBC adalah penyakit keturunan tapi TBC adalah penyakit infeksi yang mudah menular.

3. Penyakit TBC hanya menyerang paru-paru

Memang betul sebagian besar penyakit TBC mengenai paru-paru.
 
Namun, pada orang yang belum diimunisasi atau orang dengan sistem imun yang lemah, TBC dapat menyebar melalui darah atau pembuluh getah bening ke hampir seluruh organ tubuh lain seperti otak, selaput otak, usus, tulang, ginjal, dan masih banyak lagi. Namun, TBC yang berada di luar paru tidak semenular TBC paru.
 
4.       Penyakit TBC tidak dapat disembuhkan
“Penyakit TBC bisa sembuh dengan obat-obatan antibiotik anti tuberculosis yang harus diminum 6 hingga 18 bulan tergantung jenis TBC-nya,” katanya.
 
Sayangnya, karena pengobatan yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dan harus rutin diminum, pasien kemudian menjadi jenuh sehingga tidak teratur minum obat atau bisa putus sebelum selesai masa pengobatan.
 
Akibatnya, mudah terjadi kekambuhan penyakit yang disebabkan oleh kuman TBC yang sudah kebal antibiotik. Inilah yang menyebabkan pengobatan semakin lama sehingga lebih sulit disembuhkan.
 
5.       Batuk darah selalu menunjukkan penyakit TBC
Faktanya, batuk darah tidak hanya disebabkan oleh TBC, tetapi juga bisa disebabkan oleh:
·         Penyakit paru lain seperti pneumonia, bronkitis, kanker paru, dan emboli paru
·         Penyakit di luar paru seperti gagal jantung , kelainan darah atau pembekuan darah, autoimun dan kelainan pembuluh darah
Oleh karena itu, Ning menyarankan untuk segera berobat ke dokter bila Anda mengalami batuk darah karena merupakan tanda adanya penyakit berbahaya yang harus dicari dan diobati.
 
6.       Hanya perokok yang bisa terkena kanker paru dan PPOK
“Sebagian besar penderita kanker paru dan PPOK memang perokok. Namun orang-orang yang tidak merokok juga bisa menderita kanker paru maupun PPOK,” ungkap Ning.
 
Dia menuturkan penyebab kanker multifaktoral, tidak hanya merokok namun juga ada faktor bakat genetik dan paparan asap material atau bahan-bahan kimia lain yang karsinogenik, paparan asap rokok yang pasif.
 
PPOK adalah penyakit paru obstruktif kronik, yang bisa disebabkan juga oleh kelainan genetik enzim tertentu, paparan polusi, asap bahan kimia lain, asap rokok, atau sisa infeksi kronis seperti TBC.
 
7.       PPOK hanya berdampak pada paru
PPOK adalah suatu proses keradangan kronis pada saluran napas dan paru yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan perubahan bentuk dari saluran napas menjadi menyempit sehingga akan mengganggu proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Dalam jangka panjang, Ning menurutkan, gangguan pertukaran oksigen dan karbondioksida ini akan menimbulkan efek kompensansi dari pembuluh darah paru untuk meningkatkan kapasitas pertukaran udara, yang lama kelamaan akan memperberat kerja jantung, terutama jantung kanan sehingga bisa menyebabkan kondisi gagal jantung kanan yang disebut COR Pulmonale.
 
8.       Apabila sudah terdiagnosis PPOK, percuma untuk berhenti merokok
“Tidak pernah terlambat untuk berhenti merokok karena kerusakan organ tubuh akibat rokok terjadi secara akumulatif,” ungkap Ning.

Makin lama dan makin banyak seseorang merokok, maka risiko dampak buruknya juga akan semakin tinggi. Inilah mengapa berhenti merokok dapat memperlambat kerusakan pada paru.

“Pola hidup sesehat apapun tetap akan menjadi tidak sehat selama Anda masih merokok,” tambahnya.
 
9.       Air jeruk nipis, soda dan susu  dapat membersihkan paru-paru
Ning menegaskan, tidak ada makanan atau minuman apapun yang bisa membersihkan paru-paru.

Paru-paru perokok misalnya, hanya bisa dibersihkan dengan berhenti merokok. Dengan berhenti merokok, menurutnya bahan-bahan yang selama ini masuk juga berhenti. Namun, bahan yang sudah masuk butuh waktu untuk dilepaskan, bisa berminggu-minggu hingga bertahun-tahun.

Sumber : JIBI/Bisnis.com