Hasil Penelitian, Ini Jam Terbaik untuk Tidur Malam

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
12 Desember 2021 22:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap kapan waktu terbaik untuk tidur malam.

Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa pola tidur yang baik juga berkaitan dengan kesehatan jantung yang bagus juga. Namun, peneliti masih mencari tahu detailnya. Kira-kira, kapan waktu tidur terbaik agar jantung tetap sehat?

Terkait hal itu, sebuah studi baru menunjukkan tidur antara jam 10 hingga 11 malam merupakan waktu yang bagus untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.

"Meskipun kami tidak dapat menyimpulkan penyebabnya, hasilnya menunjukkan bahwa tidur lebih awal atau lebih larut memiliki potensi menganggu jam tubuh (ritme sirkadian), dengan konsekuensi buruk bagi kesehatan jantung," ujar psikolog University of Exeter, David Plans.

Para peneliti menganalisis data akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan 88.026 peserta. Data ini termasuk 3.172 kasus penyakit kardiovaskular, selama hampir enam tahun melacak peserta.

BACA JUGA: Update 12 Desember 2021: Covid-19 di DIY Bertambah 10 Kasus, Ini Datanya

Tim peneliti menemukan bahwa tertidur setelah tengah malam atau sebelum jam 10 malam dikaitkan dengan sekitar 25% peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan tertidur antara jam 10 hingga 11 malam. Peningkatan risiko tersebut turun menjadi 12% bagi mereka yang tertidur antara jam 11 hingga 12 malam.

"Waktu paling berisiko adalah setelah tengah malam, potensinya meningkat karena dapat mengurangi kemungkinan orang tersebut melihat cahaya pagi untuk mengatur ulang jam tubuh," imbuhnya, dilansir Science Alert.

Hasil ini tetap sama ketika memperhitungkan usia, jenis kelamin, durasi tidur, status merokok, berat badan, diabetes, tekanan darah, tingkat kolesterol, dan status sosial ekonomi. Efek juga lebih terasa untuk wanita. Namun para peneliti belum yakin apa alasannya.

"Mungkin ada perbedaan dalam bagaimana sistem endokrin merespons gangguan pada ritme sirkadian, atau usia peserta penelitian yang lebih tua bisa menjadi faktor pembaur karena risiko kardiovaskular wanita meningkat pasca-menopause," tambahnya.

Namun, studi ini tidak dapat menentukan apakah waktu tidur itu sendiri yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Kemungkinan perilaku lain seperti begadang yang menyebabkan masalah.

"Jika temuan kami dikonfirmasi dalam penelitian lain, waktu tidur dan kejelasan tidur dasar bisa menjadi target kesehatan masyarakat yang murah untuk menurunkan risiko penyakit jantung," tandas Plans.

Sumber : Antara