Pakar: Anak Lebih Suka Diajak Berlibur daripada Diberi Mainan

Ilustrasi traveling - Reuters
17 Desember 2021 20:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Memberi hadiah untuk anak tidak melulu harus dalam bentuk mainan. Menurut pakar, anak akan lebih senang jika diajak liburan. 

Perawat anak dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Ns. Efa Apriyanti, S.Kep., M.Sc. mengatakan ajak anak liburan memiliki lebih banyak manfaat positif daripada membelikan mainan.

"Pada situasi liburan, kita breaking up the norm. Jadi kalau biasanya banyak ngomong "enggak" ke anak, di masa-masa liburan itu cenderung easy, lebih sering bilang "yes"," kata dia, mengutip Antara.

Menurut dia, sebenarnya hal ini bagus untuk kesehatan mental baik anak maupun orang tua. Saat liburan, hubungan antara anak dan orang tua bisa terjalin baik dan ini akhirnya berefek pada kesehatan fisik.

Di sisi lain, liburan menjadi ajang orang tua mengingat kembali masa-masa bermainnya. Penelitian di Inggris menunjukkan, sekitar 60 persen orang tua terutama ayah ternyata jarang bermain dengan anaknya dan bahkan sebagian menyatakan lupa caranya bermain dengan anak.

Baca juga: Jin BTS Menjadi Artis Pria Paling Sukses Menurut Forbes

"Saat kita liburan, nature kita untuk bermain lebih keluar. Kalau tadinya ibu bawaannya straight, saat liburan mungkin bisa menyanyi lagu merdu yang menghibur anaknya. Bapak yang biasanya tegas, bisa jadi partner yang asik, menemani anak main," papar Efa.

Liburan juga membantu membangun kenangan. Penelitian memperlihatkan, sebanyak 49 persen responden melaporkan memori terbaik yang ada dalam pikiran mereka yakni saat mereka melakukan liburan bersama keluarga.

Sekitar 25 persen bahkan mengatakan ingatan liburan bersama keluarga membantu melewati masa-masa sulit.

"Makanya ketika kita punya dana terbatas dan harus memilih kasih hadiah mainan atau kasih hadiah liburan untuk anak, maka pilih liburan," kata Efa.

Dia menambahkan, sifat alami anak-anak mudah bosan. Jadi saat mereka memiliki mainan, maka cenderung tidak akan lama hingga dia bosan dengan mainannya itu.

"Tetapi ketika memberikan liburan, maka akan jadi memori yang bahkan membantu mereka melewati masa-masa sulit," demikian tutur dia.

Sumber : suara.com