Ini Macam-Macam Teknik Memasak Terbaik Sampai Terburuk

Ilustrasi - Thecookingacademy
01 Januari 2022 09:07 WIB Intan Riskina Ichsan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Teknik memasak terbaik adalah menciptakan hidangan lezat dan mempertahankan vitamin serta nutrisi makanan dalam jumlah tinggi.

Metode memasak yang berbeda beperngaruh pada spektrum manfaat gizi sangat bervariasi. Misalnya, menggoreng yang lama dapat menyebabkan masalah kesehatan utama dalam jangka panjang, sedangkan mengukus dapat membantu beberapa sayuran mempertahankan nutrisi.

Beberapa teknik memasak terburuk adalah yang mendongkrak lemak jenuh dan garam, dan meningkatkan kemungkinan promosi karsinogen. Berikut adalah metode memasak terbaik dan terburuk dilansir dari Eat This, Not That:

1. Mengukus

Mengukus bukan hanya cara yang mudah dan sederhana untuk menyiapkan makanan, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan sebagian besar vitamin B, juga dapat disimpan lebih banyak selama pengukusan, dibandingkan dengan perebusan, karena kontak makanan yang terbatas dengan air.

2. Memasak Dengan Pressure Cooker

Menggunakan panci instan untuk memasak menjadi salah satu cara termudah dan paling sehat untuk menyiapkan makanan. Secara harfiah Anda hanya memasukkan bahan-bahannya dan menekan tombol itu. Pembersihan yang mudah dan sup sayuran adalah emas cair untuk makan sehat. Para peneliti menemukan bahwa brokoli mempertahankan 90% kandungan vitamin C-nya ketika disiapkan dalam pressure cooker.

3. Sous Vide

Sous vide menggunakan segel vakum kedap udara dan waktu memasak yang lambat untuk membantu menciptakan kreasi kuliner yang lezat. Metode ini tidak hanya mengunci kelembapan, menghasilkan hidangan yang berair, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Suhu memasaknya membantu melestarikan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan B.

4. Memanggang

Memanggang makanan adalah contoh metode memasak yang dapat membantu meningkatkan rasa makanan, sekaligus meningkatkan kandungan nutrisinya. Memanggang sayuran, dengan sedikit minyak dan sedikit garam, benar-benar dapat mengeluarkan rasa dan meningkatkan ketersediaan nutrisi seperti beta karoten, likopen dan kalsium.

5. Menumis

Menumis adalah cara yang enak untuk menyiapkan makanan, seperti sayuran dan daging, sambil juga memilih alternatif yang lebih sehat. Namun, penting untuk diingat bahan apa yang Anda gunakan saat menumis. Menumis brokoli dengan minyak zaitun atau minyak bunga matahari membantu mempertahankan kandungan vitamin C sayuran dengan lebih baik.

6. Microwave

Microwave melakukan pekerjaan yang baik untuk melestarikan kandungan vitamin C makanan, serta nutrisi lain yang sering berkurang dalam proses pemanasan. Para peneliti melakukan penelitian di mana mereka menemukan bahwa microwave dan mengukus mampu melestarikan flavonoid yang ditemukan dalam brokoli.

7. Penggorengan Udara

Jika Anda menginginkan alternatif yang lebih sehat untuk menggoreng, maka menggoreng dengan penggorengan udara adalah pilihan yang bagus. Kembang kol, kentang goreng, ayam, dan salmon rasanya enak disiapkan dengan cara ini.

8. Memanggang

Memanggang membuat makanan terasa lezat dan juga dapat membantu mempertahankan nutrisi dan mengurangi lemak. Namun, penting untuk tidak memanggang daging, atau makanan lainnya, sampai membakar atau menghanguskannya.

9.  Asap

Mengasapi makanan, terutama daging, dapat memiliki efek negatif yang serius pada kesehatan Anda jika dimakan secara teratur. Menurut sebuah penelitian, para peneliti menemukan hubungan antara kanker saluran usus dan seringnya konsumsi makanan yang diasap. Karena itu, penting untuk mengetahui seberapa banyak makanan asap yang Anda konsumsi.

10.  Menggoreng

Menggoreng makanan merupakan salah satu cara paling tidak sehat untuk menyiapkan makanan. Makan gorengan secara teratur dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan kematian di kalangan wanita pascamenopause. Jika Anda menggoreng makanan, pastikan untuk memilih minyak goreng yang lebih sehat, seperti minyak zaitun atau minyak alpukat.

Sumber : JIBI/Bisnis.com