Area Rumah yang Biasa Jadi Sarang Hewan Pengganggu

Ilustrasi hewan pengerat. - JIBI
02 Januari 2022 09:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Sebersih apapun tempat tinggal atau hunian, selalu saja ada celah untuk hewan pengganggu seperti semut, kecoa, tikus dan beberapa jenis reptil yang masuk ke dalam rumah.

Ketika melihat, pasti ada perasaan jijik, geli, atau takut, apalagi jika hewan pengganggu yang masuk adalah ular atau biawak yang mungkin saja terjadi.

Rumah yang rajin dibersihkan dan dirawat saja bisa menjadi sarang hewan-hewan pengganggu ini. Apalagi rumah yang kotor dan tidak terawat. Banyak sudut atau celah yang tidak kasat mata dan sulit dijangkau oleh manusia pada sebuah hunian.

Lubang di tembok, celah di area servis, garasi, gudang, atau ruangan-ruangan lain yang tidak ditempati, saluran air ke kamar mandi, kolong furnitur, serta tempat tersembunyi yang kotor, gelap, dan lembap, yang menjadi kesukaan dari para hama rumah tangga ini.

Maka dari itu, setiap beberapa bulan sekali, hunian Anda perlu dilakukan deep cleaning atau pembersihan besar-besaran. Untuk mengusir hewan-hewan pengganggu ini sambil juga menghilangkan area-area kotor dan tersembunyi yang biasanya menjadi sarang tikus atau kecoa.

Dekoruma akan memberikan informasi mengenai beberapa area rumah yang berpotensi menjadi sarang hewan pengganggu.

Dengan begitu, Anda bisa selalu waspada dan tidak melewatkan area-area ini setiap membersihkan rumah.

1. Loteng, Plafon, dan Atap Rumah


Bagian loteng atau ruang kosong di atap rumah jadi salah satu area yang paling jarang dijangkau oleh penghuni rumah. Seringkali loteng hanya digunakan sebagai gudang atau bahkan dibiarkan kosong begitu saja. Tempat seperti inilah yang menarik perhatian hewan pengganggu untuk membuat sarang.

Terutama jika kondisinya berdebu, kotor, dan lembap karena lubang di plafon atau kebocoran pada atap. Hewan-hewan seperti tikus dan kecoa akan datang dan mulai beranak-pinak di loteng atau atap rumah.

Lama-kelamaan, hewan-hewan pengganggu ini akan turun ke area tinggal yang akan sangat mengganggu dan tidak higienis. Sebenarnya, mengetahui bahwa ada hewan pengganggu di loteng cukup mudah.

Bila Anda sering mendengar suara lari-lari kecil yang cepat dan berulang, itu bisa menjadi tanda bahwa banyak tikus yang bersarang dan saatnya menghubungi pembasmi hama.

2. Area Dapur Terutama dekat Makanan dan Tempat Sampah

Makanan yang disimpan di dalam kabinet atau bau tidak sedap dari tempat sampah di dapur sering kali mengundang hewan pengganggu, mulai dari semut, lalat, kecoa, sampai tikus yang memang mencari sumber makanan. Hewan-hewan pengganggu ini bisa masuk dari sela-sela lemari atau kabinet yang terbuka atau bahkan melubangi furnitur-furnitur tersebut.

Tempat sampah yang dibiarkan bertumpuk dan jarang dibuang juga akan mengundang kecoa, lalat, dan tikus yang akan mengagetkan penghuni rumah yang akan membuang sampah.

Area lain di dapur yang biasanya dijadikan tempat bersarang hewan-hewan ini adalah di bawah bak cuci piring karena suasananya yang lembap, gelap, dan tertutup.

3. Di Belakang Furnitur Besar Seperti Lemari Atau Kabinet


Bagian belakang furnitur-furnitur besar juga merupakan tempat yang sering kali menjadi sarang hewan-hewan pengganggu. Suasananya yang gelap, berdebu, dan jarang dijangkau penghuni rumah dianggap menjadi sarang yang aman bagi tikus atau kecoa.

Tikus yang mampu melubangi dinding dan furnitur akan masuk melalui bagian belakang atau samping lemari dan kabinet. Kemudian, bersarang dan berkembang biak di dalam lemari.

Selain populasi tikus yang banyak dan berkeliaran di seluruh rumah, barang-barang yang disimpan di dalam lemari yang menjadi sarang tikus juga akan rusak, berbau tidak sedap, dan bahkan tidak bisa digunakan lagi.

4. Di dalam Dinding Akibat Keretakan dan Lubang


Keretakan kecil pada dinding bahkan bisa menjadi jalan untuk tikus masuk ke dalam dinding. Tikus akan menggerogoti dinding dan menyusup masuk melalui sela-sela yang ia buat sendiri. Lubang tersebut bisa jadi semakin besar bila tidak terdeteksi dan tikus akan berkembang biak serta menyebar di seluruh penjuru rumah.

Begitu juga kecoa dan semut, lubang sekecil apapun akan dimanfaatkan sebagai sarang dan tempat beranak-pinak yang akan menghasilkan infestasi hama rumah tangga yang mengganggu.

5. Kamar Mandi dan Ruangan Lembap Lainnya

Dingin, gelap, dan lembap, serta adanya saluran air menjadi beberapa alasan mengapa hewan-hewan pengganggu seperti tikus dan kecoa senang bersarang di kamar mandi. Belum lagi kalau saringan lubang WC jarang dibersihkan dan tercium aroma tidak sedap dari kamar mandi yang kotor.

Bahkan dalam beberapa kasus ekstrem, kecoa dan tikus bisa naik dari saluran pembuangan kloset, septic tank, atau selokan yang terhubung dengan saluran pembuangan. Dari situ, mereka akan tinggal di kamar mandi dan berkembang biak untuk kemudian berkeliaran.

6. Sela-sela Kasur, Sofa, dan Furnitur Kain


Hewan pengganggu ini tidak kasat mata, tapi bisa berpengaruh terhadap kesehatan penghuni rumah. Tungau, kutu busuk, atau kutu kasur juga bisa dikategorikan sebagai hewan pengganggu yang lebih berbahaya daripada tikus atau kecoa. Anda bisa terluka atau bahkan infeksi bila tergigit kutu kasur.

Begitu juga masalah kesehatan kulit sampai pernapasan apabila tungau terhirup dalam jangka panjang. Ini akibat dari kasur, sofa, atau furnitur-furnitur dengan bahan kain yang dibiarkan kotor dan lembap sehingga membuat hewan-hewan pengganggu ini tumbuh subur.

Setelah mengetahui bagian-bagian mana saja yang rawan untuk menjadi tempat hewan pengganggu berkembang biak, satu-satunya cara untuk menghindari hal ini terjadi adalah dengan rutin membersihkan dan merawat rumah.

Terutama pada bagian-bagian yang jarang diakses dan sulit dijangkau karena justru dari situlah hewan-hewan ini punya celah untuk menginvasi rumah Anda.

Sumber : Suara