Kenali Warna Urine Anda

Petugas menguji dan mencatat hasil tes urine milik kru bus di Terminal B Wates, Kulonprogo, Jumat (22/6/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
04 Januari 2022 12:07 WIB Jumali Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Urine dikeluarkan tubuh untuk membuang racun dan zat sisa dari dalam darah. Zat-zat tersebut akan mempengaruhi warna urine. Itulah sebabnya, perubahan warna urine dapat dipakai untuk menggambarkan kondisi kesehatan kita.

Warna urine normal bervariasi dari jernih, kuning keemasan, hingga kuning pekat. Warna kuning ini berasal dari pigmen tubuh yang disebut urokrom. Di luar warna tersebut, seperti cokelat, oranye, merah, hijau, atau bahkan biru, bisa menandakan gangguan kesehatan.

Kenali Arti Warna Urine

Sebagai petunjuk mengenai kondisi kesehatan tubuh, berikut ini adalah arti warna urine yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari Alodokter, Senin (03/01/2022):

1. Jernih

Warna urine jernih menandakan Anda cukup minum air putih. Meskipun hal ini dianggap baik, namun minum air lebih banyak daripada jumlah yang direkomendasikan dapat membuat Anda kehilangan elektrolit.

Warna urine yang jernih juga dapat menunjukkan gangguan hati seperti sirosis dan hepatitis. Jika Anda tidak minum banyak air, namun memiliki urine yang jernih, Anda disarankan memeriksakan diri ke dokter.

2. Kuning muda atau keemasan

Warna urine kuning keemasan menandakan Anda sehat dan cukup terhidrasi.

3. Kuning pekat

Warna urine kuning pekat umumnya disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi bila jumlah cairan yang dikeluarkan dari dalam tubuh lebih banyak dibandingkan jumlah cairan yang masuk.

4. Cokelat tua

Warna urine cokelat atau cokelat tua dapat menjadi tanda adanya masalah pada organ hati, ginjal, dan infeksi saluran kemih.

Urine berwarna cokelat tua bisa juga disebabkan oleh efek samping obat. Sejumlah obat yang dapat membuat warna urine menjadi cokelat tua adalah obat antimalaria, antibiotik, dan obat pencahar yang mengandung cascara atau senna.

5. Oranye

Urine berwarna oranye dapat disebabkan oleh masalah kesehatan pada hati atau saluran empedu, terutama jika disertai dengan warna feses yang terlihat pucat atau putih.

Selain itu, warna urine oranye juga bisa terjadi jika Anda mengalami dehidrasi atau karena efek samping kemoterapi, obat pencahar, obat antiradang sulfasalazine, obat phenazopyridine untuk infeksi saluran kemih, obat TB rifampin dan isoniazid, serta riboflavin (vitamin B2) dalam dosis tinggi.

6. Putih dan keruh

Air seni yang keruh atau berwarna putih seperti susu dan berbau, bisa jadi merupakan tanda infeksi saluran kemih yang disertai pembentukan nanah. Kondisi ini disebut piuria. Penyebabnya antara lain adalah infeksi bakteri, jamur, dan virus.

Warna urine yang menjadi keruh juga merupakan tanda adanya penumpukan sel darah putih, asam urat, protein, atau lemak pada urine.

7. Merah muda atau merah

Warna urine merah atau pink dapat disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi, seperti bit, blackberry, atau buah naga merah.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu untuk infeksi saluran kemih dan obat TB rifampin.

Nah, jika urine Anda berwarna merah muda atau merah, cobalah untuk memperhatikan gejala lainnya.

Perlu diketahui, warna urine merah juga bisa menandakan adanya kencing berdarah, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, tumor atau batu di ginjal dan kandung kemih, gangguan prostat, anemia hemolitik, atau kelainan genetik porfiria.

8. Hijau atau biru

Warna urine yang satu ini mungkin dapat membuat Anda cukup kaget. Warna urine biru atau hijau dapat disebabkan oleh pewarna makanan, atau efek samping obat asma, antidepresan amitriptilin, obat bius propofol, dan zat warna metilen biru.

Segera hubungi dokter jika warna urine Anda tidak kunjung kembali normal.

Perubahan warna urine dapat terjadi karena beragam hal, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang dapat berakibat fatal.

Jadi, tetap perhatikan dengan baik kondisi urine Anda. Perbanyaklah minum air putih jika perubahan warna urine Anda terjadi karena dehidrasi.