Telat Haid tapi Tidak Merasakan Gejala Hamil? Ini Penjelasannya

Ilustrasi. - Freepik
10 Januari 2022 08:27 WIB Jumali Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Seorang wanita dapat dikatakan mengalami telat haid bila siklus menstruasinya berlangsung lebih dari 35 hari.

Nah, terlambatnya haid atau menstruasi merupakan salah satu gejala awal akan kehamilan. Akan tetapi, banyak kasus di mana wanita mengalami telat haid, tapi sama sekali tidak merasakan gejala hamil.

Fenomena telat haid yang ternyata bukan disebabkan oleh kehamilan tentu dapat membuat bingung banyak wanita. Lantas, kira-kira apa penjelasan medis terkait gangguan menstruasi tersebut? Yuk simak informasinya, seperti dikutip dari Halodoc, Minggu (9/1/2022) ;

Penjelasan Medis Terkait Telat Haid Selain Kehamilan

Nyatanya, selain kehamilan telat haid dapat disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan. Mulai dari stres, perubahan berat badan, efek samping penggunaan obat atau pil kontrasepsi, indikasi gangguan kesehatan tertentu, hingga dimulainya masa perimenopause. Nah, berikut penjabarannya:

1. Stres

Dilansir dari Healthline, stres dapat menghambat keseimbangan kadar hormon pada tubuhmu, hingga mengubah rutinitas harian. Bahkan, stres juga dapat memengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur siklus haid, yaitu hipotalamus. Di samping itu, stres juga dapat memicu berbagai penyakit, kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba. Kedua kondisi tersebut juga dapat mengganggu siklus menstruasi seorang wanita sehingga menjadi tidak teratur.

2. Kondisi Berat Badan

Mengalami kelebihan berat badan (obesitas), dan kekurangan berat badan juga dapat menjadi penyebab telat haid. Seperti misalnya kondisi obesitas yang dapat memengaruhi regulasi estrogen dan progesteron atau bahkan menyebabkan masalah kesuburan. Sebab, indeks massa tubuh (BMI) yang sangat tinggi telah banyak dikaitkan dengan keterlambatan menstruasi.

Sementara itu, tubuh yang terlalu kurus juga dapat mengganggu siklus menstruasi yang teratur. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan lemak dan nutrisi lainnya, fungsi tubuh dalam memproduksi hormon yang berkaitan dengan menstruasi akan terhambat.

3. Efek Samping Obat atau Pil Kontrasepsi
Beberapa jenis obat seperti antipsikotik, antidepresan, obat tiroid, antikonvulsan dan obat kemoterapi tertentu, juga dapat menjadi penyebab telat haid. Di samping itu, penggunaan pil kontrasepsi hormonal seperti Depo-Provera yang mengandung progesteron juga dapat memengaruhi siklus menstruasi.


4. Indikasi Gangguan Kesehatan Tertentu
Terlambatnya haid atau menstruasi bisa jadi disebabkan oleh indikasi akan adanya gangguan kesehatan yang serius. Sebab, beberapa penyakit kronis dapat memengaruhi siklus menstruasi. Contohnya seperti penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), tumor hipofisis (baik yang bersifat kanker maupun non kanker), kista ovarium, disfungsi hati, hingga diabetes.

Beberapa gangguan kesehatan yang diidap seseorang sedari lahir seperti sindrom Turner dan insensitivitas androgen juga dapat menimbulkan masalah menstruasi dan kesuburan. Selain penyakit kronis dan gangguan kesehatan bawaan, penyakit akut seperti serangan jantung, gagal ginjal, hingga pneumonia juga dapat menjadi penyebab telat haid.

Hal ini lantaran penyakit akut tersebut dapat membuat pengidapnya mengalami penurunan berat badan yang cepat dan drastis. Nah, kondisi tersebut berisiko memicu kekurangan nutrisi, hingga disfungsi hormon, di mana keduanya sama-sama dapat memicu telat haid.

5. Memasuki Fase Perimenopause
Fase perimenopause sendiri merupakan masa peralihan antara usia reproduktif ke usia non-reproduktif. Jika seorang wanita sudah memasuki masa perimenopause, persediaan sel telur pada tubuh akan semakin menipis. Akibatnya siklus haid akan terpengaruh sehingga menyebabkan haid terlambat atau tidak teratur. Kondisi tersebut akan berlangsung hingga pada akhirnya seorang wanita tidak lagi mengalami haid, sebagai tanda bahwa tubuhnya telah memasuki fase menopause.

Nah, itulah penjelasan medis mengenai telat haid tanpa merasakan gejala hamil. Kondisi tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Mulai dari tingkat stres yang tinggi, hingga dimulainya fase perimenopause pada wanita. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan tentu dibutuhkan jika telat haid sering kali terjadi. Tujuannya agar dokter dapat benar-benar mendiagnosis apa penyebab dari terlambatnya haid.