Advertisement

Putri Nurul Arifin Meninggal Mendadak karena Jantung, Kenali Penyebabnya!

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 25 Januari 2022 - 14:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Putri Nurul Arifin Meninggal Mendadak karena Jantung, Kenali Penyebabnya! Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Putri sulung politisi Parta Golkar Nurul Arifin, Maura Magnalia meninggal dunia, Selasa (25/1/2022) pagi. Menurut Nurul, sang putri meninggal mendadak karena jantung. 

Di Indonesia, bahkan dunia, peristiwa seseorang meninggal mendadak di usia yang masih muda sangat sering terjadi. Pun dengan Maura yang meninggal di usia 27 tahun. Banyak yang kemudian menganggap bahwa penyebab kematiannya adalah jantung. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Melansir dari lama Kementerian Kesehatan, ada dua kemungkinan seseorang dapat meninggal mendadak akibat gangguan pada jantung. Dapat disebabkan penyakit jantung koroner atau Sindrom Brugada (gangguan irama jantung akibat kelainan genetik).

Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta Timur, dr. Rizky Aulia Sp.JP yang dilansir DW.com menjelaskan dua kemungkinan gangguan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada manusia.

Serangan jantung karena penyakit jantung koroner

Menurut Rizky, serangan jantung adalah terjadinya penyumbatan di pembuluh darah koroner secara akut atau mendadak, yang biasanya diawali dengan pembentukan kerak di dalam pembuluh darah. Inilah yang disebut sebagai coronary artery disease atau penyakit jantung koroner.

Pembentukan kerak di dalam pembuluh darah menurut Rizky biasanya dimulai sejak usia muda, yaitu di usia dua puluhan tahun atau bahkan belasan.

Ada 5 faktor risiko jantung koroner yang menurut Rizky merupakan penyebab terbentuknya kerak di dalam pembuluh darah, yaitu

Advertisement

- Kencing manis. Orang dengan kencing manis yang tidak terdeteksi akan terjadi pembentukan kerak di pembuluh darahnya.
- Darah tinggi. Orang dengan darah tinggi dengan tensi di atas 140/90 tapi tidak terdeteksi dan tidak pernah dioperasi, berpotensi memunculkan kerak di seluruh tubuh termasuk pembuluh darah koroner.
- Kolesterol tinggi, biasanya ditandai dengan kolesterol totalnya diatas 200 atau LDL (kolesterol jahat) diatas 150 yang dapat menyebabkan sumbatan.
- Merokok. Rokok ia sebut mengandung zat yang dapat menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terbentuknya kerak.
- Faktor keturunan, faktor genetik yang menyebabkan pembuluh darah seseorang gampang terbentuk kerak.

Baca juga: Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Usianya Masih 27 Tahun

Rizky menambahkan jika seseorang terkena serangan jantung maka sakit dada pada pasien biasanya terjadi lebih dari 20 menit. Gejala lainnya adalah keringat dingin, mual sampai muntah, keringat sampai membasahi baju, merasa tercekik, dan merasa pegal.

Advertisement

Sindrom Brugada

Selain disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner secara tiba-tiba, kematian mendadak akibat gangguan jantung juga dapat disebabkan oleh Sindrom Brugada pada pasien yang terlihat sehat.

Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung akibat kelainan genetik. Ibarat mesin yang memiliki sistem listrik di dalamnya, pasien yang mengidap sindrom brugada juga mengalami gangguan aliran listrik pada jantungnya.

"Jadi kalau misalnya pada pasien pasien dengan brugada sindrom itu dia sistem listriknya lebih rentan untuk korslet dibandingkan dengan orang normal. Nah, korslet ini bisa menyebabkan sudden cardiac death, bisa berhenti mendadak walaupun tadinya tidak ada apa-apa," jelas Rizky.

Advertisement

Seperti dilansir dari laman mayoclinic.org, orang dengan Sindrom Brugada biasanya tidak memiliki gejala sehingga mereka tidak mengetahui kondisinya. Sindrom ini lebih sering dijumpai pada pria dari pada wanita.

Menurut Rizky, kedua masalah jantung ini dapat diidentifikasi melalui EKG (Elektrokardiogram).

"Kalau misalnya pasien datang ke UGD dengan sakit dada itu darimana apakah dari brugada yang mengalami masalah atau dari serangan jantung yang tadi saya ceritakan dari awal, itu bisa dilihat dari EKG," jelasnya.

Advertisement

Lebih jauh, Rizky juga menuturkan bahwa orang yang terlihat sehat sangat mungkin terkena risiko serangan jantung karena "persepsi sehat menurut pasien belum tentu benar-benar sehat".

"Misalnya orang dengan merokok dia sehat tapi sebenarnya pembuluh darahnya udah jelek tapi belum bergejala atau pasien dengan obesitas dia tidak tahu kalau dia sudah kayak gimana sebenarnya ga pernah cek, makannya masih berantakan dia merasa dirinya sehat tapi tiba-tiba sakit dada, nah itu dari identifikasi faktor resiko awal itu yang sebenarnya masih sering missed," tambah Rizky.

Pencegahan

Bagaimana pencegahan terhadap serangan jantung? Rizky menjelaskan dapat dilakukan dengan eliminasi faktor risiko. Caranya dengan melakukan olahraga teratur dengan mengadopsi "rules of three".

"Jadi tiga sesi olahraga dalam seminggu 30 menit, minimal jalan paling tidak 3 kilo sehari," ujarnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 1 day ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Jadi Sentra Sate Klatak, Bantul Kekurangan Pasokan Kambing

Bantul
| Senin, 05 Desember 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Digadang-gadang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Reaksi Erick Thohir

News
| Senin, 05 Desember 2022, 21:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement