Advertisement

Begini Cara Tepat Konsumsi Vitamin D3 Dosis Tinggi

Newswire
Sabtu, 12 Februari 2022 - 16:07 WIB
Bhekti Suryani
Begini Cara Tepat Konsumsi Vitamin D3 Dosis Tinggi Ilustrasi vitamin dan suplemen yang bisa dikonsumsi pasien Covid-19 - Freepik

Advertisement

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia Profesor Dr Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM mengatakan, masyarakat saat ini bisa mengonsumsi vitamin D3 dosis 1.000 IU dan agar konsumsinya tepat, disarankan memeriksakan darah terlebih dulu.

"Mengonsumsi vitamin D3 dosis 1.000 IU bisa dilakukan, tapi kalau mau tepat memang harus cek darah. Kalau memang rendah, kita bisa menganjurkan sampai 5.000 IU sehari-harinya, apalagi kalau ada penyakit," katanya dalam siaran pers, Jumat (11/2/2022).

Vitamin D termasuk satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh organ kita yang memiliki reseptor. Vitamin ini bersifat meregulasi sistem imun serta meningkatkan aktivitas sel imun dalam melawan virus dan bakteri.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Pada masa pandemi Covid-19, memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan sehari- terkait vitamin D," kata Iris.

Dia menyarankan konsumsi vitamin D3 pada pagi hari bersama makanan karena larut dalam lemak.

Vitamin D3 sudah masuk dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 4 yang disusun oleh 5 organisasi profesi kedokteran dan dirilis pada Januari 2022.

Pedoman yang menjadi rujukan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani Covid-19 ini menjelaskan vitamin D3 1000 IU - 5000 IU digunakan sebagai terapi pasien dengan seluruh tingkat gejala. Pemberian Vitamin D3 dilakukan selama 14 hari.

Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, Vitamin D berperan penting dalam mencegah gejala berat pasien Covid-19. Studi ini melibatkan 1.176 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pada April 2020 sampai Februari 2021.

Tingkat Mortalitas

Penelitian tersebut juga mengungkap tingkat mortalitas pasien Covid-19 dengan defisiensi vitamin D berkisar di angka 25,6 persen. Sedangkan, tingkat mortalitas pada pasien Covid-19 dengan kadar vitamin D yang mencukupi jauh lebih rendah, yaitu 2,3 persen.

Advertisement

Untuk menjamin ketersediaan Vitamin D, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini telah memperbarui aturan mereka.

Sebelumnya di Indonesia hanya boleh diproduksi Vitamin D dengan dosis 400 IU, tapi untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan maka dosis di atas 1000 IU sudah bisa diproduksi.

Presiden Direktur PT Dexa Medica, V Herry Sutanto mengatakan berusaha menjamin ketersediaan dengan memproduksi dan mengedarkan vitamin D3 1000 IU sesuai aturan BPOM.

Advertisement

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Audit Stadion Mandala Krida Menunggu Surat Edaran Pusat

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement