Advertisement

Tanda Atasan Anda Termasuk Bos Toxic

Lukman Nur Hakim
Rabu, 23 Februari 2022 - 23:07 WIB
Bhekti Suryani
Tanda Atasan Anda Termasuk Bos Toxic Ilustrasi bos yang toxic atau berperilaku buruk - Slideshare

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Memiliki bos atau atasan yang baik dan mengerti kondisi anak buah merupakan sebuah anugerah yang harus Anda syukuri. Simak 5 tanda atasan termasuk bos toxic yang harus diwaspadai.

Sayangnya, tidak semua pimpinan memiliki perilaku yang baik. Beberapa karyawan, atau mungkin Anda, justru mendapati bos atau pimpinan yang membuat jengkel karena sikap arogan di tempat kerja.

Sikap arogan tersebut bisa membuat orang tersebut menjadi musuh bersama karyawan dan akan merusak iklim kerja di perusahaan tersebut.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Berikut 5 tanda atasan Anda termasuk bos toxic yang memiliki kebiasan buruk seperti dilansir dari Times of India, Rabu (23/2/2022).

1. Hanya Koordinasi Lewat Chat

Beberapa bos memiliki kebiasaan untuk tidak berbicara dengan karyawannya secara langsung atau via telepon. Mereka hanya melakukan percakapan melalui pesan singkat (chat).

Hal ini terkadang berdampak buruk pada karyawan mereka karena menunjukkan kurangnya minat atau meningkatkan kesalahpahaman atau kesenjangan dalam komunikasi.

2. Tidak Ingat Nama Karyawan

Tidak ingat nama karyawan sekali atau dua kali masih bisa dimaafkan. Namun, jika ini terjadi terus-menerus, atasan Anda menunjukkan bahwa dia bukan orang yang memiliki identitas.

Melupakan nama karyawans secara terus-menerus mencerminkan kurangnya kepedulian dan pada akhirnya menyebabkan karyawan Anda merasa tidak penting.

3. Mengambil Ide-ide Karyawan

Wajib diingat, ini adalah tipe bos yang paling buruk! Karyawan merasa dikhianati jika atasan mengambil ide-ide mereka. Hal ini tidak lain adalah contoh kurangnya keterampilan kepemimpinan. Ini menunjukkan betapa bos mereka memiliki etika yang buruk.

Advertisement

4. Tidak Mau Bertemu Karyawan

Atasan harus mau bertemu dengan karyawan, kecuali jika ada keadaan darurat kesehatan yang membatasi pertemuan dengan rekan kerja. Pertemuan sebulan, dua bulan, atau bahkan dalam enam bulan sangat penting untuk menjalin hubungan dengan bawahan.

Jika itu tidak memungkinkan, pertemuan tim yang menyenangkan membuat karyawan terus bekerja sesekali. Tidak ada pekerjaan yang harus didiskusikan, hanya olok-olok yang menyenangkan. Jika bos Anda tidak melakukannya, itu menunjukkan betapa tidak tertariknya dia dalam tim Anda saat ini.

5. Tidak Mengapresiasi Prestasi Karyawan

Saat ini, ketika orang bekerja terlalu keras, mengapreasi kinerja karyawan memberikan rasa bahagia bagi mereka. Jika atasan Anda tidak melihat bagaimana kinerja karyawan dan mencapai tujuan, Anda harus waspada karena itu cerminan dari bos yang tidak pengertian.

Advertisement

Sangat penting bagi atasan untuk memperhatikan semua karyawan yang bekerja di bawah mereka. Jangan anggap remeh karena karyawan yang baik karena mereka akan pergi jika tidak diberi apresiasi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Jokowi Sebut Situasi Global Tahun Depan Bakal Lebih Gelap, tapi Indonesia Punya Peluang

News
| Senin, 26 September 2022, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement