Advertisement

Tips Mencegah Obesitas, Dimulai dari Anak dan Remaja

Intan Riskina Ichsan
Rabu, 02 Maret 2022 - 20:07 WIB
Bhekti Suryani
Tips Mencegah Obesitas, Dimulai dari Anak dan Remaja Ilustrasi anak mengonsumsi fast food yang bisa menimbulkan obesitas - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAObesitas merupakan faktor risiko antara terjadinya penyakit tidak menular dan merupakan faktor risiko penyabab kematian ke 5 tertinggi. Kontribusi terbesar obesitas sebagai faktor risiko terjadi pada penayakit jantung, diabetes, dan ginjal.

Obesitas juga mengancam anak dan remaja dimana kini semakin sering ditemukan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Dalam Rangka Hari Obesitas Sedunia Tahun 2022 pada 4 Maret nanti, Kementerian Kesehatan RI menghimbau untuk bersatu, mencegah, dan mengobati obesitas yang mencapai angka lebih dari 1,9 miliar di dunia dengan usia lebih dari 19 tahun.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Elvieda Sariwati, menjelaskan mengenai tiga pilar mengenai penanggulangan penyakit tidak menular yang juga tertuang pada Kebijakan Permenkes 71/2015.

“Tiga pilar tersebut adalah promosi kesehatan yaitu bisa dari informasi, edukasi, iklan layanan masyarakat, video, dan medsos. Lalu ada skrining atau deteksi dini yaitu identifikasi sejak awal kemungkinan adanya faktor penyakit. Terakhir, dengan penanganan kasus yaitu pengobatan di fasyankes sesuai standar,” jelas Elvieda.

Tertuang juga pada Permenkes Nomor 4/2019 bahwa standar pelayanan minimal bidang kesehatan yaitu pelayanan kesehatan pada usia produktif.

Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mencermati jumlah kalori dari makanan yang akan kita konsumsi.

“Menjamurnya makananan yang tinggi kadar kalorinya menjadi faktor penyebab terjadinya obesitas, banyak makanan yang enak tapi kita perlu mencermati kalorinya berapa,” lanjut Elvieda.

Pencegahan juga bisa diterapkan kepada anak-anak, seperti yang dikatakan Perwakilan Dokter Anak Indonesia, Dr. Winda Pratita, MKed(Ped), Sp(A)K.

Advertisement

“Anak itu suka makanan yang manis dan kalorinya tinggi, jika tidak diatasi maka anak akan overweight atau obesitas karena nutrisinya salah.  Pencegahannya dengan mengedukasi orang tua, jangan menaruh TV di kamar anak agar tidak keasikan makan terus, harus dijadwal misal 30 menit saja waktu makan,” jelas Winda.

Winda melanjutkan, ada tiga tahap pencegahan yaitu primer, sekunder, dan tersier.

“Pencegahan terjadinya gizi lebih dan obesitas terdiri dari 3 tahap, pencegahan primer dengan menerapkan pola makan dan aktivitas yang benar sejak bayi, pencegahan sekunder dengan mendeteksi early adiposity rebound, dan pencegahan tersier dengan mencegah terjadinya komplikasi,” jelasnya.

Advertisement

Edukasi mengenai obesitas harus ditingkatkan dan coba selalu pantau berat badan secara berkala. Selain itu, lakukan aktivitas fisik secara teratur serta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Mau Berangkat dari Mana?

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement