Advertisement

Ngorok Tidak Hanya Mengganggu, tetapi Juga Berbahaya

Mia Chitra Dinisari
Sabtu, 05 Maret 2022 - 01:27 WIB
Budi Cahyana
Ngorok Tidak Hanya Mengganggu, tetapi Juga Berbahaya Ilustrasi mengorok - helpguide.org

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA -  Mendengkur atau ngorok sering mengganggu orang di samping si pendengkur. Ngorok bukan hanya mengganggu tapi juga cukup berbahaya.

Dilansir dari Health Digest, suara yang dibuat mendengkur adalah hasil dari aliran udara oleh jaringan yang rileks di tenggorokan.

Tidak ada penyebab tunggal mendengkur,. Misalnya, saluran hidung yang tersumbat atau otot yang lemah di tenggorokan Anda dapat menyebabkannya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Posisi tidur atau karena seseorang memiliki langit-langit lunak atau uvula juga bisa menjadi faktor penyebab mengorok. Selain itu, kurang tidur, penggunaan narkoba, dan penggunaan alkohol dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan dengkuran.

Mendengkur sesekali mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika Anda sering mendengkur, itu mungkin mengindikasikan masalah kesehatan yang mendasarinya tergantung pada penyebabnya, menurut Everyday Health.

ASA melaporkan sekitar setengah dari populasi yang mendengkur membangunkan orang lain memiliki apnea tidur obstruktif, di mana saluran udara tidak hanya tersumbat, tetapi pernapasan juga terganggu.

Saat tidur, otak Anda melepaskan bahan kimia tertentu yang merangsang pernapasan. Jika Anda mendengkur karena mengalami sleep apnea, otak Anda mungkin tidak melepaskan bahan kimia ini sebagaimana mestinya, yang dapat menyebabkan penurunan oksigen.

Kurangnya oksigen memicu peningkatan kortison, adrenalin, dan hormon lainnya. Hormon-hormon ini berperan dalam tekanan darah tinggi dan sejumlah kondisi jantung.

Mendengkur yang intens terkait dengan aterosklerosis karotid, yang merupakan akibat dari plak yang mempersempit arteri di leher Anda.

Advertisement

Everyday Health melaporkan kondisi ini dapat menyebabkan stroke. Sleep apnea juga merupakan faktor tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab serangan jantung.

Selain itu, sleep apnea jangka panjang dapat menyebabkan jantung mengembangkan ritme jantung yang tidak teratur, yang disebut fibrilasi atrium, yang dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung.

Untungnya, sleep apnea dapat diobati, dan kebanyakan orang menemukan bahwa perangkat Continuous Positive Airway Pressure, atau CPAP, mengurangi gejala. Faktanya, CPAP dapat meningkatkan fungsi jantung hingga 50%.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Mengaku Petugas BLT, Pencuri Gasak Perhiasan Rp105 Juta Milik Warga Minggir Sleman

Sleman
| Senin, 26 September 2022, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Tuduh Jokowi Bakal Penjarakan Anies, Begini Klarifikasi Andi Arief

News
| Senin, 26 September 2022, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement