Advertisement

Sejumlah Suplemen Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Kanker, Stroke, dan Kerusakan Saraf

Intan Riskina Ichsan
Selasa, 19 April 2022 - 15:27 WIB
Bhekti Suryani
Sejumlah Suplemen Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Kanker, Stroke, dan Kerusakan Saraf Ilustrasi suplemen

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Suplemen makanan adalah andalan pasar kesehatan, tetapi terlalu sering manfaat kesehatan didasarkan pada bukti yang goyah. Faktanya, enam suplemen vitamin dosis tinggi dapat membuat Anda terkena berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk kanker dan stroke.

Menyebutnya “Wild West” akan menjadi hiperbolik, tetapi pasar suplemen makanan tidak diatur secara ketat seperti pasar obat-obatan. Dilansir dari Express UK, hal ini membuat konsumen lebih rentan membeli produk yang salah terjual. Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar suplemen makanan aman tetapi beberapa dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pengertian Suplemen Makanan

Suplemen makanan mencakup segala sesuatu mulai dari vitamin dan mineral hingga tumbuhan dan produk biosimilar (seperti yang disebut "hormon pria alami"). Namun, untuk sebagian besar, orang menggunakan "suplemen" untuk mengartikan vitamin atau mineral individu atau multivitamin.

Bukti manfaat mengonsumsi suplemen makanan sangat beragam. Namun, bukti yang menghubungkan suplemen makanan dengan masalah kesehatan menumpuk. Sebagian besar suplemen aman dikonsumsi, tetapi ada pengecualian, yaitu:

1.      Dosis tinggi beta karoten telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru yang lebih besar pada perokok

2.      Ekstra kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan risiko batu ginjal

3.      Vitamin E dosis tinggi dapat menyebabkan stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak

4.      Vitamin K dapat mengganggu efek anti-pembekuan pengencer darah

Advertisement

5.      Mengkonsumsi vitamin B6 dalam jumlah tinggi selama satu tahun atau lebih telah dikaitkan dengan kerusakan saraf yang dapat mengganggu gerakan tubuh (gejalanya sering hilang setelah suplemen dihentikan).

Penting untuk dicatat bahwa suplemen dapat memainkan peran penting untuk beberapa kelompok berisiko tinggi. Misalnya, orang dewasa yang didiagnosis dengan osteoporosis mungkin memerlukan vitamin D dan kalsium ekstra di luar apa yang mereka dapatkan dari makanan biasa mereka.

Suplemen juga dapat membantu orang dengan penyakit Crohn atau penyakit celiac, kondisi yang membuat sulit untuk menyerap nutrisi tertentu. Orang dengan kekurangan vitamin B12 hampir selalu membutuhkan suplemen.

Advertisement

Penjelasan dari FDA

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikar (FDA) baru-baru ini menerbitkan pedoman keamanan untuk suplemen makanan. Ini melarang terhadap hal-hal berikut:

1.      Menggabungkan suplemen dan menggunakan suplemen dengan obat-obatan (baik yang diresepkan atau dijual bebas) dapat menempatkan Anda di zona bahaya.

2.      Terlalu banyak mengonsumsi suplemen, seperti vitamin A, vitamin D, atau zat besi

3.      Beberapa suplemen juga dapat memiliki efek yang tidak diinginkan sebelum, selama, dan setelah operasi. Jadi, pastikan untuk memberi tahu penyedia layanan kesehatan Anda, termasuk apoteker Anda tentang suplemen apa pun yang Anda konsumsi.

Advertisement

Kebanyakan orang tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin dan bisa mendapatkan semua vitamin dan mineral yang mereka butuhkan dengan makan makanan yang sehat dan seimbang. Banyak orang memilih untuk mengonsumsi suplemen tetapi mengonsumsi terlalu banyak atau mengonsumsinya terlalu lama bisa berbahaya.

Mencapai Pola Makan yang Sehat dan Seimbang

Diet seimbang berarti makan berbagai macam makanan dalam proporsi yang tepat, dan mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah yang tepat untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Advertisement

Miliki pola makan yang sehat dan seimbang, orang harus mencoba untuk:

1.Makanlah setidaknya lima porsi buah dan sayuran yang bervariasi setiap hari

2.Makanan dasar pada makanan bertepung serat yang lebih tinggi seperti kentang, roti, nasi atau pasta

3. Miliki beberapa alternatif susu (seperti minuman kedelai)

Advertisement

4. Makanlah kacang-kacangan, ikan, telur, daging, dan protein lainnya

5. Pilih minyak dan olesan tak jenuh, dan makanlah dalam jumlah kecil

6.      Minum banyak cairan (setidaknya enam sampai delapan gelas sehari).

Jika Anda mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi lemak, garam, dan gula, maka kurangi. Menurut kesehatan tubuh, Anda harus mencoba memilih berbagai makanan yang berbeda dari lima kelompok makanan utama untuk mendapatkan berbagai macam nutrisi.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Cerita Pelajar Gunungkidul Terseret Banjir, 1,5 Jam Berpegangan di Pohon Kayu Putih

Gunungkidul
| Rabu, 30 November 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Luhut Ingin Gilas Oknum yang Hambat Investasi Masuk Indonesia

News
| Rabu, 30 November 2022, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement