Advertisement

Sudah Susah-Susah Rutin Olahraga tapi Tidak Kunjung Kurus? Ini Alasannya

Nabila Dina Ayufajari
Sabtu, 28 Mei 2022 - 01:27 WIB
Galih Eko Kurniawan
Sudah Susah-Susah Rutin Olahraga tapi Tidak Kunjung Kurus? Ini Alasannya Ilustrasi perempuan menjaga kesehatan mental dengan berolahraga - Freepik.com

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagian orang sudah rutin melakukan olahraga setiap hari, tetapi lemak di perut masih terlihat sama. Jangan menyerah dulu! Mungkin ini alasannya.

Melansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Sabtu (28/5/2022), ada beberapa alasan Anda tidak bisa mengecilkan perut buncit, meski sudah berolahraga secara teratur. Simak berikut ini yang mungkin dapat menjawab masalah Anda.

Advertisement

1. Memotong lemak sehat

Hal pertama yang biasanya dilakukan orang saat melakukan diet adalah mereka memotong semua jenis lemak dari makanannya. Alih-alih mengonsumsi lemak sehat, seperti kacang, ghee, minyak kelapa, dan lain sebagainya, orang justru makan produk kemasan 'rendah lemak' dan 'bebas lemak', yang sebenarnya mengandung banyak gula atau pemanis buatan untuk menutupi kekurangan rasa.

Bahan kimia sintetis non makanan yang ada dalam barang-barang olahan ini mendatangkan malapetaka pada metabolisme dan pencernaan kita. 

Lemak sehat dapat memainkan peran penting dalam penurunan berat badan dengan mengatur nafsu makan dan menjaga tingkat energi Anda tetap konsisten. Ini secara serius akan mengurangi kejadian binges pembengkakan perut.

2. Kembung

Jika perut yang menonjol disertai dengan kram, angin, dan masalah usus, kemungkinan besar penyebabnya adalah sistem pencernaan yang tidak lancar. Langkah pertama untuk mengatasi kembung adalah mengidentifikasi penyebab masalah perut Anda. 

Anda dapat mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit. Jika makanan saja tidak membantu, maka pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen serat. 

Advertisement

Hindari makan buah setelah makan karena buah dapat menyebabkan makanan berfermentasi di perut Anda sehingga menyebabkan kembung dan banyak gas. Anda juga perlu menghindari produk susu jika merasa akan menyebabkan gas dan kembung. Penting untuk mengunyah makanan Anda dengan benar dan perlahan.

3. Tidak tidur nyenyak

Kurang tidur sering dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon ghrelin (yang meningkatkan rasa lapar) dan penurunan kadar leptin yang bersirkulasi, hormon yang menekan nafsu makan.

Advertisement

Karena itu, kurang cukup tidur dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan rasa lapar serta peningkatan porsi lemak perut. Dengan tidur yang cukup, tubuh Anda akan mengatur ulang hormonnya dan Anda akan membuat pilihan makanan yang lebih baik.

Para peneliti telah menemukan bahwa tidur yang lebih sebentar, bahkan pada subjek yang masih muda, sehat, dan relatif kurus, dikaitkan dengan peningkatan asupan kalori, peningkatan berat badan yang sangat kecil, dan peningkatan yang signifikan dalam akumulasi lemak di dalam perut. Jadi, tidur dengan nyenyak untuk mendapatkan perut rata.

4. Stres

Stres kronis adalah salah satu alasan terbesar untuk lemak perut. Ketika hormon stres kortisol melewati tubuh Anda, maka lemak akan tinggal di perut. Ini juga disebut stress belly.

Advertisement

Wanita yang tidak kelebihan berat badan dan rentan terhadap efek stres lebih cenderung memiliki lemak perut berlebih, serta memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi. Cobalah untuk memilih kegiatan yang akan menenangkan pikiran dan tubuh, bukan hanya suasana hati Anda.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kasus Covid-19 Diperkirakan Naik di Juli, Bagaimana Nasib Event Wisata di DIY?

Jogja
| Rabu, 29 Juni 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Ini Daftar Negara yang Melegalkan Ganja Medis

News
| Rabu, 29 Juni 2022, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement