Advertisement

Perempuan Suka Ganti-ganti Parfum, Karakternya Ribet?

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 06 September 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Perempuan Suka Ganti-ganti Parfum, Karakternya Ribet? Salah satu contoh parfum dengan aroma kopi khas Lereng Kelir. - Instagram @wisatalerengkelir

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Untuk melihat kaakter seseorang dapat dilihat dari cara pemakaian parfum. Orang yang suka berganti parfum menggambarkan orang yang ribet.

Dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com tentang percakapan bersama Psikolog klinis Tara De Thouars, dikatakan bahwa seseorang yang cenderung berganti-ganti aroma wewangian, menandakan dia memang belum menemukan aroma yang menggambarkan karakter pribadinya.

"Bila terus berganti-ganti, artinya dia merasa parfum ini tidak cocok, parfum itu tidak menggambarkan dirinya, sehingga tidak ada selesainya. Itu menggambarkan kalau dia memiliki karakter yang ribet," ujar Tara.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Menurut Tara, perempuan memiliki kecenderungan berganti-ganti aroma wewangian dibandingkan laki-laki. Umumnya, kata dia, saat laki-laki sudah menemukan satu wewangian tertentu yang menggambarkan dirinya, maka wewangian itu akan dipakai bertahun-tahun.

Baca juga: 8 Tips Aroma Parfum Tetap Tahan Lama

"Kalau perempuan suka berganti-ganti, terutama berdasarkan event [kegiatan]. Tetapi, biasanya ada satu parfum yang dia suka dan betul-betul menggambarkan dia banget. Dan itu yang akan lebih sering digunakan. Kalau tidak ada, ya dia akan mencari-cari terus," kata dia.

Kemudian, lanjut Tara, pemilihan aroma wewangian tertentu terutama pada perempuan, biasanya didasari preferensi dan pengalaman. "Sebenarnya pemilihan aroma itu preferensi sekali, jadi, kadang-kadang orang yang feminin biasanya akan mencari aroma bunga-bunga, tetapi orang yang lebih tomboy pasti akan memilih aroma yang ke arah wood (woody)," tutur Tara.

Selain itu, pengalaman juga menentukan pemilihan aroma tertentu. Tara mencontohkan, saat seseorang menggunakan aroma tertentu lalu mengalami kejadian buruk, maka dia akan selalu ingat kejadian buruk itu dan menghindari aroma itu. Tara mengatakan, wewangian merupakan salah satu hal yang bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Sekalipun memang, rasa percaya diri itu sebaiknya ditumbuhkan dari dalam diri.

"Seandainya ada perempuan tidak merasa membutuhkan wewangian, itu bisa karena dalam dirinya sudah merasa percaya diri, dan dia merasa parfum itu tidak membantu dia," kata Tara. "Tetapi, menurut saya tidak ada salahnya memakai parfum. Bau harum itu pasti akan menimbulkan efek positif kok. Kita pasti akan lebih senang mencium orang yang baunya harum daripada yang tidak, kan?," tambah dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkab Sleman Targetkan 98% UHC pada 2024 Mendatang

Sleman
| Rabu, 28 September 2022, 06:27 WIB

Advertisement

alt

Cara Membayar KRL Solo Jogja Pakai Gopay

News
| Rabu, 28 September 2022, 04:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement