Advertisement

Beda Pneumonia Misterius dan Pneumonia yang Umum Terjadi

Widya Islamiati
Rabu, 07 September 2022 - 05:27 WIB
Bhekti Suryani
Beda Pneumonia Misterius dan Pneumonia yang Umum Terjadi Pneumonia - ilustrasi

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Pembahasan mengenai pneumonia akhir-akhir ini menjadi sorotan. Sebab pada kasus pneumonia misterius di Provinsi Tucuman Argentina, masih terus dalam pantauan WHO serta jumlah pasiennya masih bertambah.

WHO menyebut pneumonia misterius ini adalah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri legionella dan biasa disebut penyakit legionnaire atau legiuner.

Rilis terbaru dari WHO pada tanggal 5 September 2022 kemarin, tercatat ada empat pasien meninggal dari total 11 kasus, dengan rincian delapan pasien merupakan petugas kesehatan dan tiga dari empat pasien yang meninggal juga merupakan petugas kesehatan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Berikut perbedaan pneumonia misterius dan pneumonia berdasarkan beberapa sumber.

1. Perbedaan penyebab

Pneumonia umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, namun pneumonia misterius, sesuai dengan namanya, ini disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophila.

2. Perbedaan Gejala

Sesuai namanya, kedua penyakit ini menyerang paru-paru. Namun, pneumonia misterius merupakan kondisi yang lebih serius dari pneumonia.

Gejala pada pneumonia biasanya meliputi batuk berdahak, demam, alami kedinginan atau justru berkeringat, sesak napas bahkan saat sedang beristirahat, nyeri dada saat bernapas dan batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual serta muntah lalu juga sakit kepala.

Advertisement

Sedangkan pada penyakit pneumonia misterius, orang akan mengalami gejala-gejala pneumonia seperti demam, batuk ringan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lesu, namun beberapa pasien juga mengalami nyeri otot, diare juga kebingungan.

3. Perbedaan cara penularan

Tidak ada perbedaan cara penularan dua penyakit ini, sebab kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri, meskipun dua bakteri yang berbeda. Cara penularannya umumnya adalah menghirup udara yang mengandung bakteri Streptococcus pneumoniae atau Legionella pneumophila pada tetesan air dalam udara.

Advertisement

Bisa juga dengan mengonsumsi makanan ataupun minuman yang mengandung bakteri Streptococcus pneumoniae atau Legionella pneumophila. Keduanya menular melalui cairan yang mengandung bakteri.

Namun, karena bakteri legionella bisa bertahan di suhu 5,7 hingga 63 derajat, celcius, maka bakteri ini juga hidup di pemandian air panas, spa, menara pemanas, air menara sistem pendingin yang biasa ada pada hotel bertingkat. Maka cara penularannya juga bisa dengan menggunakan air mengandung bakteri ini yang kemudian terhirup dan sampai di paru-paru.

4. Perbedaan faktor risiko

Beberapa sumber tidak menulis bayi dibawah umur dua tahun dapat terkena pneumonia misterius, namun disebutkan penyakit ini punyai faktor risiko orang dengan umur di atas 50 tahun. Sedangkan pada pneumonia, penyakit ini umumnya menyerang orang di atas umur 50 tahun serta bayi baru lahir hingga berusia dua tahun. Bahkan banyak kasus bayi meninggal gara-gara penyakit paru-paru ini.

Advertisement

Namun, CDC justru menyebutkan ada dua bayi yang terkena pneumonia misterius ini pada tahun 2016. Kedua bayi ini dilahirkan dengan teknik melahirkan di air atau water birth. Meskipun tidak terlalu umum, tetapi bayi baru lahir juga bisa terpapar penyakit pneumonia misterius.

Faktor risiko kedua penyakit ini umumnya sama  seperti menyerang orang dengan umur di atas 50 tahun, berada di rumah sakit, punyai penyakit kronis, punyai masalah imun, dan orang dengan kebiasaan merokok.

6. Perbedaan penanganan

Advertisement

Kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka dalam penanganannya, dokter akan memberikan antibiotik. Sementara untuk kasus yang parah dan menderita sesak napas yang parah, ini akan membuat pasien membutuhkan alat bantu pernapasan. Maka cara terbaik menangani dua penyakit ini adalah mendatangi ahli kesehatan.

7. Perbedaan pencegahan

Cara mencegah dua penyakit ini relatif sama, yaitu dengan memakai alat pelindung seperti masker ketika berada di fasilitas kesehatan. Hal ini dikarenakan bakteri dapat menyebar di udara. Lalu, melakukan vaksinasi jika diperlukan, berhenti merokok yang bisa sebabkan memburuknya kualitas paru-paru.

Selain itu, karena kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka penting untuk menjaga kebersihan dalam pencegahannya. Terlebih, bakteri legionella dapat bertahan dalam kaporisasi dengan konsentrasi klorin 2 sampai 6 mg/L, maka cara pembersihannya harus dengan membersihkan alat-alat terkait.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kesadaran Mengelola Sampah Plastik Masih Rendah, Masyarakat Perlu Diedukasi

Jogja
| Rabu, 28 September 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 28 September 2022

News
| Rabu, 28 September 2022, 07:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement