Advertisement

Menonton Video Youtube Ternyata Bikin Jam Tidur Remaja Jadi Buruk

Lajeng Padmaratri
Senin, 19 September 2022 - 10:17 WIB
Budi Cahyana
Menonton Video Youtube Ternyata Bikin Jam Tidur Remaja Jadi Buruk Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak remaja menatap layar gawai menjelang tidur agar bisa terlelap. Namun, beberapa aplikasi justru membuat mereka tetap terjaga yang berujung pada masalah tidur.

Hal itu terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti yang menemukan bahwa penggemar Youtube mengalami efek yang konsisten dan negatif pada pola tidurnya. Remaja terbukti kekurangan jam tidur karena terbiasa menonton Youtube jelang terlelap.

Michael Gradiser, rekan penulis sekaligus kepala yang menangani ilmu tidur di Sleep Cycle, Adelaide, Australia menuturkan pihaknya telah melihat banyak remaja yang memiliki masalah tidur datang ke kliniknya. 

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Banyak dari mereka telah mencoba menahan diri untuk tidak menggunakan teknologi, dan jelas itu tidak berhasil untuk mereka. Banyak dari mereka menyebutkan bahwa mereka akan menonton YouTube ketika mereka mencoba untuk tertidur. Mereka menganggapnya menghibur tetapi tidak terlalu menstimulasi," urainya dikutip dari Medical Xpress, Senin (19/9/2022).

Menurutnya, sudah banyak penelitian soal perangkat teknologi, namun masih sedikit penelitian yang fokus melihat efek dari aplikasi tertentu terhadap pola tidur. Ia ingin lewat penelitian mereka sekaligus bisa disampaikan kepada publik mengenai efek aplikasi dan cara penggunaannya agar tidak mempengaruhi tidur. 

Para peneliti bertanya kepada lebih dari 700 remaja berusia 12 hingga 18 tahun berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk menggunakan teknologi. Itu termasuk ponsel, konsol game dan TV, serta aplikasi sebelum tidur dan di tempat tidur jelang terlelap.

Hasilnya, Youtube adalah satu-satunya aplikasi yang secara konsisten berimplikasi negatif terkait dengan hasil pola tidur. Temuan ini muncul dalam jurnal Sleep Medicine edisi Desember.

Untuk setiap 15 menit yang dihabiskan remaja untuk menonton YouTube, mereka memiliki peluang 24% lebih tinggi untuk mendapatkan waktu tidur kurang dari tujuh jam.

Studi mengungkap bahwa setengah jam di tempat tidur menggunakan ponsel, laptop, tablet, dan menonton YouTube menunda lampu padam 7-13 menit.

Advertisement

"Teknologi yang Anda gunakan harus membuat rileks, tetapi juga waspada jika itu justru mengontrol waktu tidur Anda," kata dia.

Menonton Youtube dan menggunakan konsol game, keduanya dikaitkan dengan peluang lebih tinggi untuk kurang tidur. Sebaliknya, TV tradisional dikaitkan dengan waktu tidur lebih awal.

Gradisar mengatakan itu mungkin karena remaja tidak berinteraksi dengan TV dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan dengan ponsel. Sebaliknya, mereka hanya duduk dan menonton.

Advertisement

Banyak Efek

Direktur UCLA Sleep Disorders Center Alon Avidan menuturkan persoalannya dengan YouTube mungkin karena begitu mudah untuk menyelesaikan satu video dan mengklik video lain yang terkait. 

Bahkan pekerjaan rumah yang dilakukan di layar pada larut malam bisa berefek pada pola tidur. Menonton Netflix pada malam hari juga dikaitkan dengan kantuk yang lebih besar di siang hari.

Ia mencatat bahwa masa remaja memungkinkan perubahan dalam waktu tidur-bangun seseorang. Bahkan, perubahan pola tidur ini ada yang mendorong seruan untuk menunda jam mulai sekolah.

Advertisement

"Mereka tidur larut malam dan cenderung bangun terlambat, dan keterlambatan fase sirkadian inilah yang mendorong seruan di beberapa negara bagian, khususnya di California, untuk menunda waktu mulai sekolah," katanya.

Menurutnya, menatap sinar biru dari layar gawai di atas jam 9 malam bisa menunda waktu tidurnya lebih lama. Jika seseorang menunda fase sirkadiannya untuk tidur dan bangun, maka efeknya bisa semakin buruk.

Kurang tidur bahkan bisa menjadi jalan menuju depresi. Ini dapat mempengaruhi keterampilan berpikir dan capaian akademik, bahkan berlanjut ke perguruan tinggi, mempengaruhi kesuksesan dan kesehatan.

Avidan mengatakan penting bahwa orang perlu tahu berapa banyak jam tidur yang mereka butuhkan. Untuk orang dewasa, yaitu 7-8 jam semalam. Remaja di bawah 18 tahun membutuhkan 8-10 jam. Pola tidur itu juga harus konsisten.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca Jogja di Hari Terakhir Bulan September 2022

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement