Advertisement

Kenali Fenomena Quiet Firing, Taktik Kantor yang Bikin Karyawan Resign

Widya Islamiati
Rabu, 21 September 2022 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Kenali Fenomena Quiet Firing, Taktik Kantor yang Bikin Karyawan Resign Ilustrasi - Linkedin

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Apa yang akan Anda lakukan jika ternyata bos Anda memecat Anda secara diam-diam? Istilah ini kini ramai diperbincangkan di media sosial dengan sebutan quiet firing.

Kondisi ini dimana pemilik perusahaan akan mendiamkan pegawai yang menurut mereka memiliki kontribusi yang kecil dalam perusahaan mereka, sehingga karyawan tersebut akan memilih untuk resign dengan sendirinya.

Dilansir dari worklife, seorang manajer akan merasa tidak enak jika harus melakukan pemecatan secara langsung. Maka, melakukan berbagai taktik agar karyawan mengundurkan diri dengan sendirinya jadi pilihan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab quiet firing berdasarkan pandemictalks, sebagai berikut:

1. Kinerja karyawan yang di bawah ekspektasi

Setiap perusahaan pasti mempunyai batasan minimal kinerja bagi karyawannya. Jika di awal masa bekerja, kinerja seseorang masih di bawah ekspektasi, beberapa perusahaan mungkin akan memberikan waktu agar karyawan tersebut melakukan perubahan. Akan tetapi, apabila tidak ada perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu, quiet firing mungkin jadi solusinya.

2. Penilaian subjektif saja dari atasan, merasa tidak cocok

Atasan yang sudah terlanjur tidak suka terhadap satu karyawan bisa jadi alasan dia melakukan quiet firing.

3. Politik kantor.

4. Atasan tidak mendengan feedback tim.

Advertisement

5. Tidak ada inspirasi dan fleksibilitas dari atasan.

Ciri-ciri quiet firing yang dilakukan atasan, seperti:

  1. Jarang mengajak diskusi karyawan dalam keputusan penting
  2. Jarang adanya pujian dan justru lebih sering mencari kesalahan
  3. Tidak ada sesi pembimbingan atau mentoring yang diadakan oleh atasan untuk meningkatkan kapasitas karyawan
  4. Tidak adanya peluang
  5. Tidak ada kejelasan tentang jenjang karir ataupun kenaikan gaji
  6. Menerima tugas baru yang sulit untuk diselesaikan
  7. Penambahan load kerja tanpa adanya penjelasan ataupun diskusi terlebih dahulu.

Perilaku quiet firing atasan sudah pasti berdampak bagi karyawan, seperti:

  1. Merasa tidak punyai kemampuan
  2. Merasa terisolasi
  3. Merasa tidak punya kemajuan
  4. Kepercayaan diri yang akan turun karena punyai peran yang kecil
  5. Merasa kurang diapresiasi
  6. Mulai memikirkan untuk resign dan pindah tempat kerja

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 30 September 2022, Tiket Rp8.000

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement