Advertisement

Sejumlah Fakta Varian Covid-19 XBB yang Masuk ke Indonesia

Astrid Prihatini Wisnu Dewi
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 07:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Sejumlah Fakta Varian Covid-19 XBB yang Masuk ke Indonesia Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Jojon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan subvarian Omicron XBB telah ditemukan di Indonesia. Masyarakat diminta tidak lalai dan tetap memberlakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan.

Diketahui dalam waktu tiga pekan, terhitung sejak awal Oktober 2022, varian baru ini telah menyebar dengan sangat cepat. Dia menuturkan munculnya varian baru ini telah membuat kasus di beberapa negara tetangga naik. Seperti di Singapura, kasus Covid-19 naik lagi menjadi 6.000 per hari.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Melansir Solopos.com, berikut sejumlah fakta varian Covid-19 XBB yang telah masuk ke Indonesia.

1. Telah Terdeteksi di 17 Negara

Keberadaan subvarian ini pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022 di India. Setelahnya, varian virus Corona ini ditemukan di lebih dari 17 negara, termasuk Australia, Jepang, Bangladesh, Denmark, Amerika Serikat, dan Singapura.

Di Singapura, kasus Covid-19 varian XBB meningkat dalam sebulan terakhir. Kementerian Kesehatan Singapura pada Sabtu (15/10) mengumumkan bahwa XBB adalah subvarian Omicron yang paling dominan di negara itu.

Hanya dua hari berselang, Thailand mengonfirmasi temuan dua kasus Omicron XBB. Varian menginfeksi seorang wanita asing berusia 60 tahun yang berasal dari Hong Kong. Infeksi juga dialami seorang pria Thailand berusia 49 tahun yang baru tiba dari Singapura.

2. Hasil Persilangan Antara Varian BA.2

Advertisement

Subvarian Covid-19 XBB pada dasarnya adalah hasil persilangan antara subvarian Omicron BA.2.75 dan BA.2.10. Varian BA.2.75 sebelumnya adalah varian SARS-CoV-2 Omicron yang dinilai paling infeksius dan berisiko tinggi menyebabkan krisis kesehatan global. Sedangkan subvarian BA.2.10 adalah evolusi dari Omicron BA.2.

Presiden Asia Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection, Dokter Paul Tambyah, mengungkapkan bahwa Covid-19 XBB adalah varian Omicron terbaru yang muncul di sejumlah negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.

XBB sendiri bukanlah nama resmi yang ditetapkan oleh WHO. XBB adalah nama yang disematkan oleh para peneliti, sebelum virus ini menyebar ke seluruh dunia.

Advertisement

3. Bisa Menghindari Perlindungan Antibodi

Varian Covid-19 XBB dinilai sanggup melawan perlindungan antibodi di dalam tubuh manusia. Kemampuannya diyakini melebihi Omicron BA.5 yang menyebabkan lonjakan kasus coronavirus di Indonesia pada pertengahan tahun 2022 lalu.

Sebuah penelitian yang dilakukan di China, menyebutkan bahwa kemampuan XBB melawan antibodi mendekati SARS-CoV-1, yaitu jenis virus corona yang menimbulkan infeksi serius pada sistem pernapasan alias SARS.

Peneliti menemukan orang yang pernah terinfeksi virus Corona sebelumnya dan telah divaksinasi tetap bisa terinfeksi Covid-19 XBB.

Advertisement

Meski begitu, menurut dr. Amesh A.Adalja dari Johns Hopkins Center for Health Security, vaksinasi Covid-19 tetap penting dilakukan guna meringankan gejala infeksi.

4. Dianggap Sangat Menular

Varian XBB dianggap sangat menular. Penularannya jauh lebih cepat daripada subvarian Omicron lainnya.

Advertisement

Di Singapura, sebanyak 54 persen kasus Covid-19 yang dilaporkan pada 3-9 Oktober disebabkan oleh subvarian Omicron XBB. Jumlah ini meningkat sebanyak 22 persen dari pekan sebelumnya.

Meski begitu, risiko rawat inap akibat infeksi varian coronavirus XBB dinilai 30 persen lebih rendah daripada Omicron BA.5. Selain itu, dalam sebulan terakhir, belum ada laporan kematian akibat XBB di Singapura.

5. Gejalanya Serupa dengan Covid-19 Umumnya

Menurut dokter Theresia Rina Yunita dari klikdokter.com, gejala varian XBB serupa dengan varian virus corona sebelumnya.

“Meski cara penyebarannya 2-3 kali lebih cepat dari varian sebelumnya, tetapi gejala yang ditimbulkan XBB umumnya tidak parah,” jelasnya.

Gejala Covid-19 umumnya antara lain demam atau kedinginan, sesak napas, batuk, kelelahan, kehilangan indra perasa, nyeri otot, dan sebagainya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Solopos.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Digitalisasi Pelayanan Publik Sleman: Cepat, Mudah, dan Praktis 

Sleman
| Kamis, 01 Desember 2022, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Survei Indikator: Erick Thohir Figur Potensial Cawapres

News
| Kamis, 01 Desember 2022, 21:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement