Advertisement

Bukan Instan, Perlu Delapan Pekan Beradaptasi dalam Olahraga 

Newswire
Senin, 24 Oktober 2022 - 09:37 WIB
Lajeng Padmaratri
Bukan Instan, Perlu Delapan Pekan Beradaptasi dalam Olahraga  Ilustrasi. - Ist/ Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Berolahraga dan mendapatkan manfaatnya bagi tubuh tidaklah instan. Dokter bahkan menyebut adaptasi biasanya mencapai delapan pekan hingga kemampuan olahraga meningkat.

Praktisi kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, Wawan Budisusilo mengatakan orang-orang umumnya memerlukan delapan hingga 12 pekan untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam berolahraga.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Perlu adaptasi fisiologis. Misalnya intensitas sedang kita hanya jalan cepat, tetapi setelah dua atau tiga bulan kita minta naik secara otomatis intensitasnya," kata dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) ini dikutip dari Antara, Senin (24/10/2022).

Seseorang yang sudah menjalani enam bulan berolahraga maka bisa dikatakan olahraga menjadi bagian kebiasaannya.

Wawan mengingatkan, berhenti atau jeda berolahraga karena berbagai macam alasan setidaknya dua minggu dapat menurunkan kemampuan seseorang sekitar 20 persen. Oleh karena itu, dia menyarankan orang-orang tetap aktif di sela kesibukan.

"Makanya saya bilang start low goes low, karena menjadi sebuah habbit itu perlu waktu dan komitmen. Perlu diciptakan pada masyarakat dan pasien," kata dia.

Menurut dia, sebelum berolahraga, orang juga perlu mengetahui denyut nadi maksimum dengan menghitung 220 dikurangi usia. Kemudian, angka ini digunakan untuk menghitung intensitas olahraga. Untuk intensitas sedang misalnya dihitung dengan rumus 64 - 76 persen dikalikan denyut nadi maksimum.

Seseorang dengan usia 40 tahun, denyut nadi atau heart rate maksimumnya 180. Intensitas yang mungkin baik bagi dirinya adalah 64 - 76 persen dari denyut nadi maksimal yakni sekitar 115 - 135. Hal ini agar olahraga yang dia lakukan aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

Advertisement

"Bolehkah intensitas tinggi? Boleh kalau sudah terbiasa dan tidak dilakukan kontinu, jadi ada interval," tutur Wawan.

Berdasarkan penelitian, berolahraga rutin memiliki sejumlah manfaat antara lain meningkatkan imunitas, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi dan penyakit lain sehingga kualitas hidup lebih baik.​​​​ Dalam berolahraga, seseorang perlu menerapkan salah satunya FITT yang merupakan akronim dari Frequency, Intensity atau Intensitas, Time atau waktu, dan Type atau tipe.

Frekuensi olahraga dilakukan sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu, dengan intensitas sedang yang salah satunya dibuktikan dengan tes berbicara. Kemudian, olahraga dilakukan dengan durasi 30 – 45 menit di luar pemanasan dan pendinginan dan tipe atau jenis olahraga yang benar yakni melibatkan latihan kekuatan dan kardio. Contoh olahraga yang sesuai dengan prinsip FITT antara lain jalan cepat, jogging, bersepeda statis, senam, dan berenang.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Mengenal Sibaja, Kartun ala Upin Ipin yang Sarat Budi Pekerti Jawa

Jogja
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Jadi Lokasi Acara Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina, Ini 3 Fakta Puro Mangkunegaran

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement