Advertisement

Jogja Darurat Sampah, Berikut Tips Mengurangi Sampah dari Rumah Tangga

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 12:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Jogja Darurat Sampah, Berikut Tips Mengurangi Sampah dari Rumah Tangga Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Belakangan, visual sampah menumpuk di tempat pembuangan sampah atau TPS di beberapa titik di Jogja makin sering ditemui. Pasalnya, jadwal pembuangan sampah ke TPA Piyungan berubah menjadi sekali dalam tiga hari.

Perubahan jadwal tersebut membuat sampah yang ada di sejumlah TPS menjadi menggunung karena tidak kunjung terangkut ke TPA Piyungan sebagai tempat pembuangan sampah akhir. Sebab, masyarakat Jogja memang sudah terbiasa membuang sampah ke TPS.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Permasalahan lingkungan ini bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup menjadi minim sampah. Di Indonesia, gaya hidup ini mulai banyak disuarakan oleh aktivis lingkungan dan influencer di media sosial.

Untuk menjalani gaya hidup minim sampah, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan di level rumah tangga. Berikut tipsnya dikutip dari berbagai sumber.

1. Mengurangi sampah plastik dan kemasan

Di antara berbagai sampah yang menumpuk di TPS hingga TPA Piyungan, salah satunya ialah sampah plastik. Mulai dari plastik tas belanja, kemasan makanan, hingga berbagai produk yang digunakan sehari-hari.

Plastik merupakan sampah yang susah terurai, bahkan butuh waktu bertahun-tahun lamanya. Sehingga, jika tidak diolah, maka bisa menumpuk semakin banyak di TPS.

Salah satu solusi mengurangi sampah plastik ialah dengan menggunakan ulang tas plastik untuk berbelanja atau beralih ke tas belanja yang berbahan kain sehingga bisa digunakan ulang. Selain itu, sampah kemasan dan produk sehari-hari bisa langsung disetor ke bank sampah ataupun tempat daur ulang sampah plastik.

Advertisement

2. Memilah sampah

Sampah yang menumpuk di TPS biasanya merupakan campuran antara sampah organik dan anorganik. Untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, maka salah satu solusinya ialah pemilahan sampah dari level rumah tangga.

Memilah sampah bisa dilakukan dengan menyisihkan sampah jenis organik dan sampah jenis anorganik. Sampah organik berupa sisa bahan makanan, sementara sampah anorganik seperti sampah kemasan.

Advertisement

Jika dipilah, maka pengolahannya bisa lebih mudah. Sampah anorganik, misalnya, bisa disetor ke bank sampah atau tukang rongsok yang sering lewat di depan rumah.

3. Mengompos sampah organik

Sebagian besar sampah yang ada di TPS merupakan sampah organik, seperti sisa bahan makanan yang terbuang. Jika tertumpuk terlalu lama, sampah organik biasanya akan menimbulkan bau tidak sedap, apalagi jika bercampur dengan sampah anorganik seperti plastik.

Salah satu solusi mengurangi sampah organik ialah mengompos di rumah. Sampah organik yang ada di rumah bisa diolah menjadi kompos untuk berkebun. Jika tidak menyukai berkebun, maka bisa menyumbangkan kompos ke organisasi yang bergerak di bidang perkebunan.

Advertisement

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga. Jika dilakukan dengan konsisten, gaya hidup minim sampah ini bisa membantu mengurangi sampah yang ada di TPA Piyungan.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Mengenal Sibaja, Kartun ala Upin Ipin yang Sarat Budi Pekerti Jawa

Jogja
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Jadi Lokasi Acara Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina, Ini 3 Fakta Puro Mangkunegaran

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement