Advertisement

Takut Jalani Pap Smear Jadi Kendala Deteksi Dini Kanker Serviks

Newswire
Kamis, 03 November 2022 - 08:17 WIB
Lajeng Padmaratri
Takut Jalani Pap Smear Jadi Kendala Deteksi Dini Kanker Serviks Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Salah satu kendala dari deteksi dini kanker serviks atau leher rahim adalah adanya rasa takut dari masyarakat ketika harus menjalani pap smear atau tes pap dan IVA (inspeksi visual asam asetat).

Dokter spesialis kandungan dan ginekologi, Cindy Rani Wirasti mengajak masyarakat untuk menepis keraguan untuk deteksi dini karena tes tersebut tidak menyakitkan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Pap smear dan IVA itu tidak sakit," kata Cindy dikutip dari Antara, Kamis (3/11/2022).

Umumnya, pemeriksaan ini hanya memakan waktu yang singkat, sekitar 20 hingga 30 detik.

Berdasarkan pengalamannya menghadapi para pasien, sejumlah pasien perempuan lebih merasa nyaman memeriksa organ intim bila hanya berhadapan dengan tenaga kesehatan, tanpa ditemani teman atau keluarga.

Bila anda merasa sungkan bila memeriksakan kesehatan ketika diantar oleh orang terdekat, anda disarankan untuk berkonsultasi sendirian.

Tes pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Sebab, infeksi human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks kerap baru bergejala ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut.

Gejala kanker serviks stadium lanjut diantaranya adalah keluar darah saat berhubungan seksual dan keputihan yang bercampur darah.

Advertisement

Deteksi dini bermanfaat dalam mencegah infeksi HPV berkembang menjadi kanker serviks, dia menegaskan.

Infeksi HPV dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin HPV yang kini menjadi bagian dari program pemerintah yang menyasar anak perempuan usia kelas 5 SD dan 6 SD. Meski demikian, vaksin ini juga bisa diberikan kepada orang dewasa, baik itu perempuan maupun laki-laki.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel kanker berkembang di leher rahim (serviks), pintu masuk rahim dari vagina. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia).

Advertisement

Proses infeksi virus HPV yang mengakibatkan kanker serviks memakan waktu panjang, antara 7 sampai 15 tahun. Namun, yang sering terjadi adalah orang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi virus dan baru mengetahui setelah terkena kanker.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Pemkab Sleman Kembali Meraih Penghargaan JDIHN

Sleman
| Selasa, 06 Desember 2022, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Luhut Tegaskan Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan saat Nataru!

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 19:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement