Advertisement

Kulit Lansia Rawan Kering, Ini Cara Mandi yang Tepat Menurut Dokter

Newswire
Jum'at, 04 November 2022 - 06:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Kulit Lansia Rawan Kering, Ini Cara Mandi yang Tepat Menurut Dokter Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar dermatologi dan venerologi, Amelia Setiawati Soebyanto menyarankan kepada lansia (lanjut usia) agar memperhatikan durasi mandi yaitu maksimal lima hingga 10 menit. Hal ini untuk mencegah kulit mereka semakin kering.

“Itu pun enggak berendam, mandi biasa,” ujar dia dalam acara Virtual Media Briefing bertema Jangan Sampai Pruritus dan Kulit Kering Menurunkan Kualitas Hidup Usia Lanjut seperti dikutip dari Antara pada Kamis (3/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dokter yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin, Makassar ini mengatakan lansia sebaiknya memilih air yang hangat dan sabun yang tidak bersifat iritatif karena akan menyebabkan kulit semakin kering. Sabun yang bersifat iritatif di antaranya mengandung antibakterial atau yang berfungsi untuk memutihkan kulit.

Bukan hanya harus memperhatikan durasi mandi dan air, para manusia lanjut usia juga disarankan jeli dalam hal pemilihan sabun. Lebih lanjut mengenai sabun, dia menyarankan yang sifatnya cair ketimbang batang, salah satunya karena berisiko terkontaminasi bakteri akibat penggunaan bersama dengan anggota keluarga lainnya.

“pH untuk sabun batang lebih tinggi jadi bersifat alkali, itu yang bisa membuat kulit jadi lebih kering. Karena pH kulit sekitar 4,5 – 5,5, jadi sifatnya lebih ke asam,” kata dia.

Amelia menyarankan lansia juga berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk masalah-masalah kulit kering yang dialami, karena tidak semua sabun bisa digunakan dan tidak semua pelembap bisa digunakan untuk semua kasus.

Menurut dia, pada kasus kulit kering derajat ringan, obat yang diberikan berbeda dengan derajat yang sudah berat. Ini juga berlaku pada kondisi kulit kering ditambah infeksi yang ditatalaksana berbeda dengan tanpa infeksi.

“Paling tidak bisa memberikan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien. Paling tidak, tidak gatal, kulitnya lembap, lebih nyaman dengan menjalani hari-harinya,” kata dia.

Advertisement

Konsultasi ke dokter juga diperlukan apabila kulit kering belum juga sembuh dalam beberapa hari. Amelia mengatakan, ini mungkin bukan masalah kulit kering biasa melainkan ada penyebab lain yang harus dicari dan diobati.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Mengenal Sibaja, Kartun ala Upin Ipin yang Sarat Budi Pekerti Jawa

Jogja
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Seperti di Korea, Intervensi BUMN Penting untuk Kemajuan UMKM

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement