Advertisement

Psikolog Ungkap Kerumunan Massa Bisa Munculkan Kepanikan

Newswire
Jum'at, 04 November 2022 - 07:37 WIB
Lajeng Padmaratri
Psikolog Ungkap Kerumunan Massa Bisa Munculkan Kepanikan Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut. - ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah DKI Jakarta, Anna Surti Ariani mengatakan kerumunan massa dapat memunculkan dampak psikologis tertentu pada manusia, salah satunya adalah rasa panik.

Tragedi di Kanjuruhan, Malang, Itaewon, Korea Selatan hingga pembatalan festival musik karena melebihi batas aman pengunjung berhubungan erat dengan membludaknya kerumunan orang di suatu tempat dalam satu waktu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Anna mengatakan kondisi yang penuh sesak dapat menyebabkan psikologis tertentu pada seseorang, salah satunya adalah rasa panik.

"Jadi kepanikan itu sebenarnya bukan menular, tapi tempat yang penuh itu menciptakan psikologis sendiri, tempat yang crowded itu memunculkan psikologis tertentu," ujar Anna dikutip dari Antara, Jumat (4/11/2022).

Lebih lanjut, Anna menjelaskan saat berada dalam lokasi yang penuh orang, tanpa ruang gerak, dan sesak, secara psikologis seseorang akan merasa lebih terancam.

Ketika peristiwa tertentu terjadi, maka orang tersebut akan berlomba untuk mencari tempat teraman.

Anna mengatakan salah satu cara agar tidak menimbulkan rasa panik adalah dengan menjauhi kerumunan dan selalu mematuhi protokol keselamatan meski kini terdapat banyak kelonggaran.

"Memang rekomendasinya adalah kita menghindari tempat-tempat yang berdesakan. Jangan lupa kalau ke [tempat] yang lebih ramai, kita harus tahu ke mana harus melangkah agar lebih aman," kata Anna.

Advertisement

Anna mengatakan meledaknya kerumunan di suatu acara lantaran euforia masyarakat terhadap dibukanya kembali berbagai aktivitas outdoor atau di luar ruangan, seperti festival musik, pertandingan bola atau perayaan hari spesial.

Menurut Anna, hadir di sebuah acara yang mengundang banyak orang bukanlah hal yang dilarang. Yang terpenting adalah tahu batasan kapan harus menghindar dan bertahan di suatu tempat.

"Kan udah kangen jadi mulai heboh, ya memang kita membutuhkan itu untuk bertemu orang. Karena perjumpaan dengan bertemu langsung itu beda rasanya. Tapi kalau mau aman ya prokesnya harus dijalani," ujar Anna.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Perindo DIY Lolos Verifikasi Faktual sebagai Peserta Pemilu 2024

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Forum Tembang Tidar Ajak Masyarakat Kelola Sanitasi

News
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement