Advertisement

Ahli Ungkap Sinar UV Matahari Lebih Berbahaya dari Sinar Biru Gadget

Newswire
Minggu, 06 November 2022 - 05:17 WIB
Lajeng Padmaratri
Ahli Ungkap Sinar UV Matahari Lebih Berbahaya dari Sinar Biru Gadget Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Dibandingkan sinar biru yang dihasilkan gadget, sinar ultraviolet dari matahari lebih berbahaya untuk kesehatan mata.

Dokter subspesialis Vitreo-retina JEC Eye Hospitals and Clinics, Ferdiriva Hamzah menyatakan bahwa sejumlah studi telah mengungkapkan sinar ultraviolet, UVA, UVB, dan sinar biru yang dihasilkan oleh ultraviolet itu berbahaya untuk mata. Kondisi ini dapat mempercepat proses katarak dan mengganggu makular.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Awam memang kurang memahami karena selama ini yang viral selama ini karena gadget. Padahal, menurut penelitian, sinar biru yang dihasilkan gadget itu sangat ringan dan tidak berbahaya untuk mata. Yang berbahaya itu durasinya,” kata Ferdiriva dikutip dari Antara, Minggu (6/11/2022).

Lebih dalam, Ferdiriva menjelaskan bahwa terlalu lama menggunakan gadget memang dapat menyebabkan mata kering, lelah, bahkan hingga mengalami pusing. Kendati demikian, hal tersebut bukan disebabkan dari sinar biru yang dihasilkan oleh gadget.

“Jadi kita di depan komputer lama, itu memang bisa menyebabkan mata kering, lelah, sampai pusing dan lain sebagainya. Jadi bukan karena sinar biru yang dihasilkan terus bisa CRAO (Oklusi arteri retina sentral) dan lain-lain,” katanya.

Ferdiriva menyarankan sebaiknya jangan berjemur di atas pukul 10 pagi untuk menghindari sinar ultraviolet. Jika harus melakukan aktivitas di bawah terik sinar matahari, dia menganjurkan masyarakat untuk menggunakan kacamata dengan lensa UV protection.

“Kalau bisa jangan berjemur di atas jam 10. Kalau aktivitas di luar saat terik, lebih bagus pakai kacamata UV protection. Ingat, UV protection ya, bukan kacamata anti-radiasi komputer dan lain-lain,” jelas Ferdiriva.

Menurutnya, kacamata dengan UV protection sangat penting digunakan pada siang hari. Sebab, meskipun mengenakan kacamata hitam mahal, kalau tidak ada UV protectionnya justru lebih bahaya.

Advertisement

“Karena ketika matanya gelap pakai kacamata, pupil akan melebar. Begitu lebar, sinar matahari bisa lebih banyak masuk ke dalam mata. Jadi memang harus ada tamengnya. Bisa dicek ke optik ada UV protectionnya nggak,” imbuhnya.

Terakhir, jika melakukan pekerjaan yang mengharuskan untuk menggunakan gadget dalam waktu yang lama, lakukanlah metode 20-20-20.

“Ada aturan 20-20-20. 20 menit di depan komputer. Istirahat 20 detik melihat jarak 20 kaki atau 6 meter. Tapi istirahatnya jangan liat TikTok,” papar Ferdiriva.

Advertisement

Tetapi jika tak bisa menerapkan metode tersebut, masyarakat dapat mengistirahatkan mata setiap 2 jam sekali saat menggunakan gadget.

“Di era digital, itu pastinya kita nggak akan bisa lepas dari gadget. Jaga baik-baik saja dengan istirahat. Pahami kalau mata sudah capek. Kalau nggak bisa 20-20-20, setiap 2 jam istirahat 15 menit,” urainya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Perindo DIY Lolos Verifikasi Faktual sebagai Peserta Pemilu 2024

Jogja
| Kamis, 01 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Bukan di Indonesia, Bola Al Rihla Piala Dunia Qatar Ternyata Dibuat di Sini

News
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement