Advertisement

Anak Punya Postur Pendek Belum Tentu Stunting, Kenali Perbedaannya

Newswire
Jum'at, 11 November 2022 - 06:27 WIB
Lajeng Padmaratri
Anak Punya Postur Pendek Belum Tentu Stunting, Kenali Perbedaannya Ilustrasi anak. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Aman Bhakti Pulungan mengatakan bahwa anak dengan postur pendek bukan berarti stunting. Meski demikian, kondisi tersebut tetap harus diperiksa tumbuh kembangnya.

"Stunting adalah pendek, tapi tidak semua anak pendek itu stunting," ujar Prof. Aman dalam diskusi daring dikutip dari Antara, Jumat (11/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Menurut WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Salah satu indikator dari anak stunting adalah tinggi badannya tidak berkembang sesuai dengan usia anak. Stunting juga berpengaruh pada perkembangan otak anak yang dampak pada kecerdasannya.

Aman mengatakan untuk mendefinisikan anak bertubuh pendek mengalami stunting atau tidak, bisa dilihat berdasarkan tabel pertumbuhan.

Apabila tinggi dan berat badan anak tidak mengalami pertumbuhan, maka dia bisa dikatakan mengalami stunting. Sedangkan anak yang memiliki berat badan normal namun tidak bertambah tinggi dapat diperhatikan dengan melihat genetik keluarga.

"Kalau pendek karena keluarganya pendek ya kita bisa hitung dari potensi genetik, tinggi badan [seperti] orang tuanya dan biasanya dia beratnya normal," kata dia.

Meski demikian, bukan berarti anak yang punya postur pendek langsung diberi makan berlebihan supaya badannya tinggi. Pasalnya, hal itu bisa membuat berat badan berlebih atau obesitas. Kurva berat dan tinggi jadi kunci tumbuh kembang anak.

Advertisement

Akan tetapi, Prof. Aman juga mengatakan anak yang pertumbuhan tinggi badannya tidak berkembang harus diperiksa kepada ahli untuk dilihat apabila terjadi kelainan genetik.

"Kalau dia pendek karena kelainan genetik bisa diperiksa, kelainan genetiknya itu bisa russel silver syndrom," ujarnya.

Ia mengingatkan agar orangtua selalu memperbarui pengetahuan dan terus belajar tentang tumbuh kembang anak. Menurutnya, ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya stunting.

Advertisement

"Kita harus paham bahwa pendek itu karena adanya malnutrisi dan infeksi kronik. Stunting enggak tiba-tiba, ada penyebabnya," katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Pemkab Sleman Kembali Meraih Penghargaan JDIHN

Sleman
| Selasa, 06 Desember 2022, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Biaya Riil Penyelenggaraan Haji Tahun Depan Capai Rp97,92 Juta

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 20:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement