Advertisement

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Rika Anggraeni
Minggu, 27 November 2022 - 18:27 WIB
Jumali
Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Ilustrasi kesehatan.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa daftar penyakit yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan?

BACA JUGA: Pengin Daftar BPJS Kesehatan? Ini Caranya

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BPJS sendiri merupakan salah satu program pemerintah, di mana setiap penduduk Indonesia diwajibkan untuk mengikuti program BPJS, termasuk BPJS Kesehatan. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Namun, tidak semua layanan kesehatan dalam program BPJS Kesehatan dapat diklaim. Artinya, terdapat beberapa penyakit yang tidak di-cover oleh BPJS, termasuk perawatan gigi seperti behel. Hal itu tertuang di dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2018 yang tercantum pada Pasal 52 ayat (1), setidaknya terdapat 21 jenis pelayanan kesehatan yang tidak dijamin alias tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Daftar 21 penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
3. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja
4. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta
5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik
7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau mandul
8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonti, seperti behel
9. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol
10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri
11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan
12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen
13. Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik
14. Perbekalan kesehatan rumah tangga
15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa/ wabah
16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah
17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial
18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
19. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri
20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan
21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

ATF Dimanfaatkan Destinasi Wisata Jogja Gaet Wisatawan Asing

Jogja
| Minggu, 29 Januari 2023, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Banyak Kantor dan Ruko Kosong Dijual di Jakarta

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement