Tiga Alasan Ini Kemungkinan Jadi Alasan Pasangan Anda Selingkuh

Ilustrasi patah hati - ist/eharmony
13 Januari 2019 09:35 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Anda kaget pasangan Anda selingkuh? Bertanya-tanya apa sebabnya? Dalam buku The State of Affairs, karya Esther Perel ada beberapa alasan perselingkuhan terjadi.

Alasan-alasan ini bisa jadi akan menjawab penasaran Anda kenapa ada orang baik dan mapan bisa tidak masuk akal berselingkuh dan mempertaruhkan keluarga yang sudah dibangunnya:

Mencari jati diri

Mencari jati diri yang baru mungkin yang paling kuat dari alasan-alasan ini. Untuk para penipu, perselingkuhan adalah penjelajah dari diri sendiri yang tidak pernah puas atau sudah lama terpendam. Penipu ini biasanya tidak ingin mengubah siapa mereka, mereka hanya melarikan diri dari kondisi keterikatan untuk sementara waktu untuk merasa muda kembali dan merasa tidak terbebani. Ketika orang-orang ini selingkuh, biasanya mereka tidak mencari orang lain, tapi mereka mencari kepuasan bagi diri sendiri.

Seperti mud lagi

Terkadang orang-orang bahagia karena perselingkuhan mengakui bahwa mereka merasa seperti muda lagi. Ini mungkin terdengar menyenangkan tapi sungguh terlarang bagi mereka yang sudah berkomitmen untuk bersama.

Emosi baru

Orang-orang yang senang selingkuh biasa melakukannya untuk mendapatkan "emosi" yang baru. Pria bisa sangat rentan terhadap hal ini, karena mereka sering diberitahu, saat mereka tumbuh dewasa, untuk menekan dan tidak mengekspresikan emosi mereka. Sayangnya, dalam melakukan itu mereka sering menahan kebahagiaan serta kesedihan, kesenangan, serta rasa sakit. Untuk orang-orang ini, tanpa memandang jenis kelamin , perselingkuhan lebih merupakan pelepasan emosional daripada pelepasan seksual. Dan sekali lagi, para penipu ini sedang mengeksplorasi diri mereka sendiri.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk menyakiti atau selingkuh. Dari perspektif pasangan yang dikhianati, mungkin tidak. Untuk pasangan yang dikhianati, pengkhianatan itu cenderung menyakiti, tidak peduli penyebab apa yang mendasari, dan tidak ada alasan kuat untuk memaafkan perilaku tersebut.

Jika seseorang bahagia dalam hubungan dan kecurangannya dilandasi sebagai cara mengeksplorasi diri, pendekatan untuk penyembuhan atau pemulihannya sangat berbeda dibandingkan dengan orang yang selingkuh dengan cara yang salah, seperti trauma masa kecil yang belum terselesaikan, ketidakmatangan secara emosional, bosan dengan pasangan atau ada masalah dalam hubungan itu.

Sumber : Okezone