Musim Hujan Hati-Hati saat Menyetir Ya

Ilustrasi kecelakaan mobil - Reuters
31 Januari 2019 11:35 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com JAKARTA - Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, pengendara sepeda motor juga perlu mempersiapkan "payung" ketika menghadapi musim penghujan seperti saat ini.

"Payung" yang dimaksud di sini adalah persiapan agar tetap bisa bekerja ataupun beraktivitas di tengah musim penghujan. Business Development Division Head PT. Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Tanny Megah Lestari mengungkapkan, ada beberapa "payung" yang perlu disiapkan pengendara sebelum berkendara sepeda motor di musim penghujan.

Pertama, pengendara harus memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berkendara. Tanny menjelaskan, pengendara harus mengecek kondisi kendaraan mulai dari kondisi ban, lampu dan wiper.

Selanjutnya, pengendara juga harus memperhatikan kondisi tubuh.

"Pengendara harus berada dalam keadaan yang fit karena berkendara dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibanding kondisi normal," ujar dia belum lama ini.

Selain itu, apabila terjebak di tengah banjir, pengendara jangan mencoba untuk menyalakan mesin mobil karena dapat mengakibatkan kondisi water hammer pada mesin yang akan memperparah kerusakan. 

"Apabila berada di genangan air yang rendah, sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut dan menelpon pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki," ucap dia.

Selain itu, pengendara sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Pasalnya, apabila sengaja menerobos banjir sehingga kendaraan menjadi rusak, maka kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi.

Kemudian, hal yang tak kalah penting harus dipersiapkan oleh pengendara adalah perlindungan asuransi. Pasalnya, meski sudah mengecek kondisi kendaraan dan menjaga kondisi tubuh, namun risiko bisa datang kapan saja. Apalagi di tengah musim penghujan seperti saat ini, sehingga pengendara harus memiliki perlindungan asuransi.

"Pemilik kendaraan cukup memfoto bagian kendaraan yang rusak, lalu mengantar mobilnya ke bengkel. Apabila tidak memiliki waktu yang cukup ke bengkel, Adira Insurance siap melakukan pick up and delivery service untuk kendaraan pelanggan,"ujar Tanny.

Sejauh ini, penjualan produk asuransi kendaraan bermotor Adira Insurance cukup menggembirakan. Hingga September 2018, pertumbuhan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor Adira Insurance mencapai 10%.

Namun demikian, Tanny menyelipkan saran agar pengendara bisa mulus dalam melakukan klaim asuransi kendaraan bermotor. Hal tersebut adalah tidak memaksakan menyalakan kendaraan bermotor di tengah banjir.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia