Mengenal Kanker Hati, Kesempatan Sembuh dan Pengobatan Medisnya

Ilustrasi kanker - Istimewa
30 Maret 2019 10:17 WIB Reni Lestari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penderita kanker yang didiagnosa di stadium awal dapat bertahan selama 5 tahun, berdasarkan data yang dilansir dari cancer.net.

Namun, jika sel kanker hati menyebar ke jaringan organ di sekitarnya atau kelenjar getah bening, persentase harapan hidup selama 5 tahun menjadi hanya 11%. Jika sel telah menyebar jauh maka kemungkinan bertahan 5 tahun menurun menjadi hanya 3%.

“Pengobatan penyakit kanker hati bergantung pada jumlah, ukuran, dan lokasi tumor dalam hati, seberapa baik fungsi hati pasien masih bekerja, ada tidaknya sirosis, dan penyebaran tumor. Selama sirosis atau tumor belum menyebar pengobatan paling optimal yang dapat dilakukan adalah operasi,” ujar Dokter spesialis penyakit dalam OMNI Hospitals Pulomas.

Lebih lanjut Chintya mengatakan bahwa tumor yang kecil dengan ukuran kurang dari 5 cm dapat dioperasi agar tidak menyebar dan hati dapat berfungsi normal kembali. Namun, jika tindakan operasi tidak bisa dilakukan maka akan dilakukan prosedur ablasi, prosedur menggunakan ethanol hangat yang diinjeksi, atau suhu beku, untuk menghancurkan sel kanker atau melalui kemoterapi.

Apabila kanker telah membesar atau memiliki kerusakan hati yang parah maka disarankan pasien untuk melakukan transplantasi hati. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti organ hati pasien dengan hati yang sehat dari pendonor.

“Untuk transplantasi hati ini ada kriteria yang harus dipenuhi. Perlu melihat MELD score [sistem penilaian untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit hati kronis] karena tidak semua juga ada lagi kriterianya, tidak semua tumor besar bisa transplantasi hati,” imbuh Chintya.

Gaya Hidup Modern Picu Kanker Hati

Health Claim Senior Manager Sequis Life Yosef Fransiscus mengatakan bahwa pengidap kanker hati tidak hanya ditemukan pada orang lanjut usia tetapi juga ditemukan pada orang muda. Hal ini seiring dengan meningkatnya gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya, karena sering begadang, kurang istirahat, dan karena faktor stres.

“Gangguan pada jam biologis tubuh sebagai efek kurang tidur dapat menyebabkan mutasi genetik yang dapat berpotensi membuat sel dalam tubuh berkembang menjadi kanker. Sedangkan ketika mengalami stres, sistem imun menjadi lemah untuk dapat merespon sel tumor dan menghambat proses perbaikan DNA. Akibatnya, proses perkembangan tumor untuk menjadi kanker terjadi lebih cepat,” jelas Yosef.

Selain itu, kata Yosef, konsumsi minuman beralkohol berlebihan dapat memicu pertumbuhan sel kanker hati karena hati harus bekerja keras menetralisir racun dalam tubuh. Ia juga mengingatkan agar penderita diabetes tipe 2 lebih berwaspada karena berpotensi menderita kanker hati. Katanya, Kelebihan gula dalam tubuh dapat memicu obesitas dan lemak yang menumpuk dapat menggangu kinerja sel hati serta memicu sel kanker untuk berkembang.

Sumber : Bisnis.com