Advertisement

Puasa, Penyandang Diabet Buka Puasa dengan Makanan Manis. Bolehkah?

Syaiful Millah
Jum'at, 10 Mei 2019 - 06:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Puasa, Penyandang Diabet Buka Puasa dengan Makanan Manis. Bolehkah? Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Manis, identik dengan menu berbuka puasa. Namun bagaimana dengan nasib penyandang diabetes ya?

Dokter spesialis penyakit dalam Sidartawan Soegondo mengatakan bahwa sebenarnya para penyandang penyakit gula itu tidak memiliki pantangan apapun terhadap jenis makanan dan minuman tertentu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Akan tetapi, ada tiga hal yang periu diperhatikan yaitu jumlah, kandungan, dan jadwal. Artinya bahwa penyandang diabetes perlu lebih memerhatikan zat apa yang terkandung dalam makanan, berapa jumlahnya, dan jadwal makannya.

“Kalau buka puasa dengan teh manis atau es campur atau cendol atau apapun itu ya engga apa-apa, tapi ingat tiga hal itu. Yang paling penting jangan berlebihan dan jangan berulang-ulang,” katanya di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa diperbolehkan memakan buah kurma dalam kadar yang cukup, “kalau ukurannya besar itu satu [buah] saja, tapi kalau kecil boleh lah sampai 3 [buah], tapi yang kurma original bukan yang sudah dimasukkan cokelat atau sebagainya,” imbuhnya.

Adapun, Sidartawan mengatakan bahwa para penyandang diabetes memang diperbolehkan puasa dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter.

Kebiasaan puasa bakal memengaruhi pola makan dan aktivitas dibandingkan dengan hari-hari biasa sehingga diperlukan penyesuaian tertentu yang memerlukan anjuran dokter.

Misalnya saja pada hari biasa kita makan rutin 3 hari sekali, tetapi saat puasa hanya 2 kali.

Advertisement

Adapun di luar itu, Sidartawan menganjurkan untuk langsung membatalkan puasa apabila mulai muncul tanda-tanda Hipoglikemia, seperti keringat dingin dan mual berlebihan.

“Kalau sudah seperti itu lebih baik dibatalkan saja, karena akan sangat berbahaya kalau dibiarkan tanpa penanganan. Jangan diuat susah, karena justru banyak pikiran itu yang berpengaruh ke gula dalam tubuh,” ujarnya. 

 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Ada 6.214 kasus HIV di DIY, Ini Golongan Umur yang Paling Mendominasi

Jogja
| Rabu, 30 November 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Luhut Ingin Gilas Oknum yang Hambat Investasi Masuk Indonesia

News
| Rabu, 30 November 2022, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement