Merokok Shisha Lebih Aman? Ini Hasil Penelitiannya

Shisha - Istimewa
14 Mei 2019 04:27 WIB Eva Rianti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penelitian mengungkapkan bahwa merokok shisha  juga sama berbahaya bagi kesehatan. Selama ini, mayoritas orang menganggap bahwa merokok shisha atau hookah lebih aman dibandingkan dengan mengisap rokok pada umumnya.

Dilansir dari Boldsky, Senin (13/5/2019), merokok shisha  memiliki risiko kesehatan yang tidak berbeda dengan perokok biasa dimana risiko tersebut tidak hanya bagi perokok, tetapi juga bagi orang yang menghirup asapnya.

Setidaknya ada lima risiko kesehatan umum yang diakibatkan dari merokok shisha.

Pertama, penuaan dini. Hal ini terjadi karena merokok tembakau dapat mengurangi jumlah oksigen yang mencapai kulit Anda dan membuatnya tampak tua dengan noda, bintik-bintik hitam, dan kerutan.

Kedua, peningkatan risiko penyakit menular seperti mononukleosis dan herpes oral. Pipa hookah yang digunakan untuk merokok shisha mungkin saja tidak dibersihkan dengan higienis sehingga dapat menyebabkan rawan infeksi atau penyebaran penyakit menular.

Ketiga, peningkatan risiko kanker seperti kanker mulut, kanker paru-paru, kanker lambung dan kanker esofagus. Makin lama menikmati shisha, racun akan semakin bertambah di dalam tubuh. Zat-zat seperti karbon monoksida, logam, dan bahan-bahan kimia penyebab kanker terkandung di dalamnya.

Keempat, komplikasi dengan fungsi paru-paru seperti bronkitis dan penyakit paru obstruktif kronis. Bagi paru-paru, shisha dinilai sama jahatnya dengan rokok.

Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan, perokok biasa kerap mengisap asap tembakau kurang dari 10% bagian paru-paru, sementara perokok berat mengisap lebih dari 30%. Bagi perokok shisha justru lebih tinggi, yakni sekitar 40%.

Kelima, risiko kondisi jantung seperti penyakit jantung dan serangan jantung. Merokok shisha berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah pada jantung karena banyak racun yang dihasilkan shisha.

Sumber : Bisnis.com