PARENTING: Kurangi Drama Bangunkan Anak saat Sahur dengan Kiat Ini

Ilustrasi anak-anak - Reuters
16 Mei 2019 05:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak yang sedang belajar berpuasa biasanya sulit dibangunkan ketika dini hari waktu sahur. Kantuk mereka bisa diredakan dengan kesadaran. Ini kiat bagi orang tua:

Jelaskan makna puasa

Baiknya, ajak si kecil bersiap beberapa hari sebelum Ramadan. Salah satunya menjelaskan makna puasa dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Kalau sudah masuk bulan Ramadan seperti sekarang, enggak ada salahnya  memberi penjelasan tentang jam berapa harus bangun sahur, berapa lama menahan makan dan minum, lalu kapan waktu berbuka puasa.

Atur jam tidur

Supaya jam tidur anak tidak dirasa kurang,  ajak untuk tidur lebih awal. Biasanya, anak sulit dibangunkan sahur karena terbiasa tidur terlalu malam. Sebagian anak mungkin sangat susah diajak tidur lebih awal. Tapi,  bisa lakukan pendekatan lagi dan jelaskan gunanya tidur lebih awal supaya enggak ngantuk saat sahur.

Menu makan favorit

Anak biasanya akan antusias ketika  memberi tahu menu makanan favoritnya akan disajikan saat sahur. Cara ini lumayan ampuh lho.

Beri hadiah

Cara lain yang terbilang sukses yakni dengan memberi si kecil hadiah.  Boleh kok menjanjikan sesuatu demi si buah hati bisa bangun sahur tanpa drama.

Suara lembut

Sangat dianjurkan untuk membangunkan anak dengan suara lembut. Enggak perlu dengan suara kencang, apalagi berteriak ya. Baiknya dengan sentuhan lembut juga.

Seperti diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, penelitian menunjukkan, suara ibu lebih efektif membangunkan anak yang sedang tidur, daripada alarm bernada tinggi.

"Studi ini menegaskan bahwa alarm suara ibu lebih baik daripada alarm nada tinggi, untuk membangunkan anak-anak," kata pemimpin penulis jurnal, Dr.Gary Smith, dikutip dari Independent.

Saat melakukan penelitian yang melibatkan 176 anak di Inggris ini, para peneliti juga mengeksplorasi dengan memasukkan nama depan anak dalam alarm suara untuk melihat apakah cara itu efektif membuat mereka bangun. Hasilnya, enggak ada perbedaan signifikan ketika nama depan anak digunakan di alarm suara.

"Saat tidur, anak-anak memang sangat sulit dibangunkan dengan suara," tegas Mark Splaingard, direktur rumah sakit pusat gangguan tidur yang juga penulis penelitian ini.

Sumber : Suara.com